Bangkinang, Seluruh siswa dan siswi yang sedang mengikuti jenjang pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kampar dan khususnya di SMA Negeri 2 Bangkinang Barat diminta untuk senantiasa berakhlak mulia.
Dengan berkhlak mulia maka para siswa dan siswi yang sedang mengikuti pendidikan tersebut akan dapat menjadi insan-insan yang cerdas, beriman, bertaqwa serta menguasai ilmu dan teknologi serta akhirnya akan bermanfaat bagi kedua orang tuanya, bagi masyarakat dan akan mendorong kemajuan Kabupaten Kampar.
Demikian diungkapkan Bupati Kampar Burhanuddin Husin yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kampar, Drs. H. Masri Maahu, M.Si dalam sambutannya pada acara peresmian penegerian SMA Negeri 2 Bangkinang Barat Kecamatan Bangkinang Barat yang acaranya dipusatkan di halaman SMA Negeri 2 Bangkinang Barat Jum'at (12/2).
Hadir pada acara yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat dari wilayah Kecamatan Bangkinang Barat diantaranya, Camat Bangkinang Barat , Edi Pratono, S.Sos, Upika Kecamatan Bangkinang Barat, anggota DPRD Kabupaten Kampar wilayah pemilihan Kampar V, Kepala Desa se- Kecamatan Bangkinang Barat, ninik mamak, tokoh masyarakat dan ratusan kaum ibu serta para siswa-siswi SMA Negeri 2 Bangkinang Barat.
Ditambahkan Masri Maahu bahwa sebenarnya ada dua unsur pokok penentu keberhasilan pendidikan yakni adanya para pelaku pendidikan yang profesional dan adanya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Namun perlu diingat bahwa untuk mencapai tingkat keberhasilan pendidikan sedikitnya ada empat hal pokok yang harus diperhatikan. Diantaranya pertama, perlu dijalin kerjasama yang baik antara guru dan masyarakat. Jangan putus komunikasi, karena komunikasi yang lancar akan memperlancar proses belajar mengajar. Kedua, senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas sekolah. Ketiga, perhatikan lingkungan sekolah dan keempat orang tua dan guru mewaspadai kemajuan teknologi informasi yang berlangsung cepat.
Jangan serahkan semua problema anak didik dalam hal penggunaan sarana komunikasi seperti handphone dan internet kepada guru. Sebab, waktu guru dengan anak didik sangat terbatas. Peran orang tua dalam hal ini sangat menentukan. Persoalannya, hingga setakat ini cukup banyak hal-hal yang tidak masuk akal telah dilakukan anak didik. Penggunaan teknologi informasi bila tak hati-hati akan mampu merusak anak didik.
Solusi terbaik bagi kemajuan anak didik adalah dengan menerapkan "Akhlakul Karimah" dalam kehidupan sehari-hari, meskipun realitanya saat ini rasa malu dikalangan generasi muda dari hari ke hari kian memudar dan tidak tertutup kemungkinan rasa malu itu akan hilang. Sebelum hal terburuk tersebut terjadi saya menghimbau semua pihak agar melakukan pembinaan kepada generasi muda, khususnya anak didik untuk senantiasa berakhlak mulia, papar Masri Maahu. (Humas Setda Kampar).
Currently are 76 guests and no members online