Articles

Filter

Peran Ninik Mamak Tak Tergantikan

Tanggal Sabtu, 23 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Sekdakab Kampar Drs H Zulher MS, menyatakan peran ninik mamak saat ini semakin tak tergantikan. Hal ini terkait dengan wewenang dan peran ninik mamak ditengah masyarakat yang begitu besar. Selain itu ninik mamak juga bersentuhan langsung dengan anak kemenakan sehingga lebih mudah melakukan interaksi dan mengawasi setiap perilaku yang ada ditengah masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Zulher saat memberikan sambutan sekaligus menyaksikan rangkaian prosesi penobatan Datuk Panglimo Jalelo, Etak Maulizar, didesa Taratak Kecamatan Rumbio Jaya, Minggu (24/4). Hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Riau asal pemilihan Kampar, Hj. Rosvanilda Zulher, anggota DPRD Kampar, Azmi,Camat Rumbio Jaya Daulay dan sejumlah pejabat lainnya beserta tokoh masyarakat setempat.

“Peran ninik mamak jelas tidak tergantikan sampai kapanpun. Apalagi kondisi kekinian jelas telah terjadi pergeseran nilai dan norma yang ada ditengah masyarakat yang perlu segera diantisipasi dan dicarikan solusinya. Ini pekerjaan kita semua termasuk ninik mamak yang bersentuhan langsung dengan anak kemenakan,”ujar Zulher

Dikatakan Zulher kecemasan itu bukan tanpa alasan, berbagai kejadian akhir-akhir ini seperti banyak kasus asusila, pergaulan bebas dan kejadian amoral lainnya jelas menjadi kerisauan semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Kampar.“Oleh karena itu semua komponen harus berkontribusi sehingga tidak terjadi lagi perilaku negative terutama yang berkaitan dengan moral dan perilaku menyimpang lainnya,”sebut Zulher

Ketua PMI ini juga menyorot terjadinya perubahan paradigma perilaku serta memudarnya budaya dan tradisi positif ditengah masyarakat Kampar. Apalagi dewasa ini pengaruh budaya luar jelas sudah masuk melalui berbagai saluran teknologi yang sulit dikontrol,”Semuanya berpulang kepada kita semua karena tempaan teknologi informasi dan komunikasi semakin tidak terbendung bahkan sudah memasuki bilik-bilik pribadi yang selama ini menurut kita tidak akan terjadi,”kata Zulher

Zulher juga menyampaikan konsep Pemerintah Kabupaten Kampar yang menganut paham konsep tali bapilin tigo. Jika ini berjalan beriringan Zulher menyampaikan keyakinannya Kampar akan terus Berjaya dan mencapai target pembangunan yang diinginkan.

Sementara itu, menyikapi semakin dekatnya Pemilukada yang akan dihelat pada Oktober mendatang Zulher meminta peran ninik mamak untuk dapat ditingkatkan terutama dalam menjaga suasana agar terus kondusif sehingga Pemilukada berjalan tertib, aman dan lancar,”Jangan sampai kita terbelah apalagi sampai menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat. Disinilah peran ninik mamak dalam menyatukan anak kemenekannnya dalam menjaga kebersamaan dan persatuan,”ujarnya

Azmi MT Pimpin PBSI Kampar

Tanggal Jum'at, 22 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

BANGKINANG- Ir H Azmi ST MT terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Kampar periode 2011-2015 menggantikan Ketua yang lama yaitu Emil Budiono SH.

Ketua Panitia Muscab PBSI Kampar Ir Rinto Pramono kepada Koran Riau, kemaren mengatakan bahwa Azmi yang juga Kepala Dinas Bina Marga Kampar tersebut terpilih sebagai Ketua PBSI Kampar  yang dilaksanakan di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kampar di Bangkinang pada Rabu (20/4) kemaren.

Semula ada dua calon yang mengemuka yaitu Firman Wahyudi yang juga anggota DPRD Kampar dan Azmi ST MT. Namun, menjelang pelaksanaan pemilihan, Firman mengundurkan diri dan akhirnya Azmi dinyatakan terpilih secara aklamasi.

Muscab diikuti oleh 25 orang pengurus Club bulutangkis di Kabupaten Kampar, dan dihadiri oleh Wakil Ketua KONI Kampar Hisbun Nazar, Mantan Ketua PBSI Emil Budiono SH yang juga pengurus KONI Kampar.

Dalam sambutan singkatnya, Azmi menyampaikan terimakasih atas amanah yang telah diberikan oleh peserta Muscab kepadanya dan berjanji akan berupaya untuk meningkatkan eksistensi PBSI dalam membina club olahraga bulu tangkis di Kabupaten Kampar. Azmi berharap, ke depan di Kabupaten Kampar dapat lahir pada atlit potensial yang akan  mengharumkan nama Kampar di berbagai even

Hari ini HUT Linmas ke 49 dan Hari OTDA di Peringati

Tanggal Sabtu, 23 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Bangkinang : Pada hari ini senin bertepatan tanggal 25 April 2011 diperingati Hari Ulang Tahun Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang ke 49 dan bersempena dengan Hari Otonomi daerah Tahun 2011 sebagaimana amanat Kepres no 11 tahun 2011 tentang Hari Otonmi Daerah.

Peringatan tersebut digelar pada upacara Bendera bertempat di Lapangan Pelajar Bangkinang yang dimulai pada Pukul 07.30 Wib, Demikian disampaikan Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin, MM melalui Kepala Bagian Humas Setda Kampar Nasruni, S.IP, M.Si di Bangkinang kemarin.

Bertindak selaku inspektur Upacara adalah Bupati Kampar dengan peserta Upacara melibatkan seluruh Linmas di Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar dan didukung oleh satuan dari Polri dan TNI.

Pada Upacara tersebut Inspektur Upacara akan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Gumawan Fauzi tentang kondisi dan tantangan terkini serta tugas pokok dan fungsi satuan perlindungan masyarakat di masing-masing Provinsi,Kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Ditambahkan Nasruni, S.IP bahwa Tema Hari Otonomi Dearah dan HUT Linmas ke 49 pada tahun 2011 ini adalah dengan semangat otonomi Daerah kita tingkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah Daerah dalam pelayanan publik dan inovasi Daerah.

Ikan Keramba di Waduk PLTA Koto Panjang Ditemukan Mati

Tanggal Rabu, 06 April 2011 08:38 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Sejak dua bulan terakhir sebahagian petani ikan yang memiliki usaha keramba ikan di perairan waduk PLTA Koto Panjang mengeluhkan kematian ikan secara tiba-tiba yang diduga karena ikan mengalami stres dan sekaligus terserang penyakit akibat perubahan suhu air, yang juga diduga terjadi karena musim kemarau. Ikan keramba yang menemui kematian tersebut adalah dari jenis ikan nila dan ikan mas.

Sekda Lantik Kades Bangun Sari dan Gading Permai Bangkinang

Tanggal Sabtu, 16 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin, MM yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs H Zulher, MS melantik dan mengambil sumpah R. Muhammad Nurzuhud sebagai Kepala Desa Bangun Sari dan Ali Murin sebagai Kepala Desa Gading Permai Kecamatan Kampar Kiri Hilir dimana acaranya dipusatkan di lapangan hijau bola kaki Desa Bangun Sari pada Jum’at (15/4).

Hadir pada acara pelantikan dua Kepala Desa tersebut diantaranya anggota DPRD Riau dari fraksi Golkar dari daerah pemilihan Kabupaten Kampar, Dra Hj Rosvanelda Zulher, Asisten Adminstrasi Pemerintahan Setdakab Kampar, Drs H Zamhur, Kadisdikpora Kampar, Drs H Amri Salam, M.Pd, Kadis Kesehatan Kampar, H Herlyn Rahmola, SKM, Kadis Cipta Karya dan Pengairan Kampar, H Azmi, ST, MT,  Camat Perhentian Raja, H Nursyamsi Saleh, S.Sos, Kabag Pemdes Setda Kampar, Lukluar, S.Sos, Camat Kampar Kiri Hilir, Afrizal, Upika Kecamatan Kampar Kiri Hilir, tokoh masyarakat Desa Bangun Sari dan Desa Gading Permai serta 250 orang lebih masyarakat setempat.

Sekdakab Kampar, Drs H Zulher, MS  dalam arahannya pada acara tersebut mengharapkan agar seluruh lapisan masyarat di Desa Bangun Sari dan Desa Gading Permai memberikan dukungan sepenuhnya kepada kedua Kepala Desa yang telah dilantik dan terus berupaya memajukan desa sekaligus mempererat hubungan silaturahmi sesame warga masyarakat. Khusus kepada Kepala Desa Bangun Sari dan Kades Gading Permai, Zulher meminta agar tanggap dengan berbagai persoalan yang terjadi di desa. Setiap permasalahan yang timbul hendaknya segera diatasi dengan cara melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat. Jangan membiasakan diri dengan pola kerja menumpuk permasalahan, lari dari permasalahan yang akhirnya dapat merugikan kepentingan masyarakat. Atasi masalah secara berjenjang dan yakinlah dengan musyawarah mufakat sesungguhnya berbagai persoalan dapat diatasi.  Kepala Desa harus mampu membaca potensi desa dan mengembangkan potensi tersebut untuk kesejahteraan masyarakat. Kades harus banyak membaca peraturan perundang-undangan tentang desa dan mampu menjembatani kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah secara timbale balik.

Khusus dalam rangka menghadapi dan menyukseskan pelaksanaan Pilkada Kampar pada bulan Oktober 2011 ini, Zulher, MS mengharapkan agar semua pihak tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta mampu menjadikan perbedaan sebagai rahmat dan tetap menjaga hubungan silaturahmi yang langgeng dan harmonis.

Kepala Desa harus memberikan pelayanan terbaik kepada segenap lapisan masyarakat,  sebaliknya masyarakat pun harus memberikan dukungan sepenuhnya kepada Kepala Desa terutama dalam rangka memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Bangun Sari, R Muhammad Nurzuhud dan Kepala Desa Gading Permai, Ali Murin ketika ditemui usai acara pelantikannya mengungkapkan bahwa hingga setakat ini angka kemiskinan di kedua desa masih cukup tinggi. Justru karenanya upaya untuk menanggulangi kemiskinan akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugasnya selaku Kepala Desa.

Sedangkan anggota DPRD Riau, Dra Hj Rosvanelda Zulher yang pada kesempatan itu menyerahkan bantuan kepada group tari dari SMPN Bangun Sari ketika ditemui menambahkan bahwa Desa Bangun Sari dan Desa Gading Permai punya potensi alam dan SDM yang cukup baik dan bila potensi tersebut dikembangkan niscaya kedua desa akan semakin maju, ujarnya.

Rapat Evaluasi Konversi Mitan ke Gas

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:51 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir
Pemkab, Pertamina, Agen dan Pangkalan Sepakat Dirikan Rayonisasi

Konversi Minyak Tanah (Mitan) ke gas elpiji 3 kg yang sudah diberlakukan di Kabupaten Kampar pada pertengahan tahun lalu belum sepenuhnya berhasil.

TPAS Kampar Produksi 500 Kg Pupuk Kompos/bulan

Tanggal Sabtu, 02 April 2011 07:57 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

BANGKINANG- Melalui Pengelolaan Sampah terpadu yang dipusatkan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kampar, Saat ini Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan kabupaten Kampar telah berhasil mengelola sampah terpadu menjadi pupuk organik yang dapat membantu petanin untuk mendapatkan pupuk berkualitas ditengah harga pupuk yang terus melonjak tinggi.

Kepala Desa Harus Mampu Menggali Potensi Desa Bangkinang

Tanggal Rabu, 13 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Dalam mengemban tugas serta menjalankan roda pemerintahan desa, Kepala Desa harus mampu menggali potensi desa dan mengembangkannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Kampar Drs Burhanuddin Husin MM dalam pengarahan pada acara Pelantikan Kepala Desa Sungai Agung  Kecamatan Tapung Ahmadi SPd, rabu 13/4.

Selain itu Burhanuddin Husin juga mengatakan sebagai kepala desa hendaknya memahami bahwa terpilihnya kepala desa  dalam mengemban tugas sebagai kepala desa merupakan amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan dan kepada masyarakat Desa Sungai Agung, diharapakan agar memberikan dukungan sepenuhnya kepada kepala desa terpilih khususnya dalam upaya memajukan kegiatan pembangunan desa.

Hadir pada saat itu Asisten Pemerintahan Setda Kampar Drs H Zamhur, Kabag Pemerintahan Desa Setda Kampar Lukluar S.Sos, Kepala Satker Lingkup Kab.Kampar, Camat Tapung H Ismanto S.STP, Kades se-Kecamatan Tapung, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta Masyarakat desa Sungai Agung.

Kepada Kepala Desa Sungai Agung  terpilih, Burhanuddin Husin berharap agar dapat mempelajari berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dan mengatur tentang pemerintahan desa, dalam hal ini Peraturan Pemerintah No:72 Tahun 2005 disebutkan bahwa pemerintahan desa terdiri dari Kepala Desa dan Badan Pembangunan Desa (BPD) yang artinya ada kelembagaan lain selain kepala desa.

Oleh karena itu kepala desa dan pengurus BPD hendaknya dapat bersinergi menyatukan persepsi, visi dan misi untuk kemajuan Desa Sungai Agung agar berbagai permasalahan dan kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan secara musyawarah karena pekerjaan yang dimulai dengan musyawarah dan mufakat akan memberikan hasil yang maksimal.

Kepada seluruh masyarakat Desa Suangai Agung yang pada umumnya adalah para petani Bupati Kampar mengatakan setelah dipelajari persoalan kemiskinan di Kabupaten Kampar sebahagian besar diakibatkan dengan persoalan investasi lahan masyarakat tempatan yang memperjual belikan dikarenakan masalah ekonomi tanpa berpikir akan masa depan anak cucu kita. Untuk itu diharapkan agar masyarakat tidak memperjual belikan lahan pertanian. “sesulit apapun kondisi ekonomi, upayakan agar tidak memperjual belikan tanah dan lahan pertanian supaya ada bekal dan modal untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebab tanah atau lahan adalah asset yang paling berharga”.ujar Burhanuddin Husin.

Selanjutnya Burhanuddin Husin menjelaskan bahwa kepala desa selaku pimpinan pimpinan penyelenggaraan desa bertanggung jawab terhadap pelaksanaan roda pemerintah yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan masyarakat dan ini sangat dituntut sikap mental dan kepribadian yang baik serta professional.

Bupati Kampar juga menghimbau kepada seluruh kepala desa di kecamatan Tapung khususnya kades Sungai Agung Ahmadi SPd agar memberikan pelayanan pemerintahan dengan sebaik-baiknya dengan motto berikan pelayanan dengan cepat, tepat dan murah dengan tidak membeda-bedakan status, rasa atau golongan serta selalu berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga untuk isteri kades Desa Sungai Agung yang baru diharapkan agar sebagai istri kades hendaknya dapat memahami tugas-tugas suami yang sangat membutuhkan dukungan dari isteri agar dapat melaksanakan tugas0tugas secara baik dan benar serta tugas isteri kades adalah membina dan memajukan kaum perempuan di desa melalui kegiatan-kegiatan Program Kesejahtera Keluarha (PKK) di desa.

Menghadapi Pilkada tanggal 10 Oktober 20011 ini Bupati Kampar mengingatkan, agar masyarakat melakukan cek langsung data kependudukan yang telah ada di desa mulai dari RT,RW, berupa data yang tertuang dalam nomor induk kependudukan (NIK) yang saat ini sedang dilakukan dalam bentuk validasi data kependudukan.”ini merupakan salah satu partisipasi masyarakat dengan mencek langsung data NIK serta memastikan bahwa masing kepala keluarga dan anggota keluarga telah masuk dalam data NIK dalam rangka mensukseskan Pemilukada yang nantinya data tersebut akan menjadi pedoman dalam data Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang kemudian dilanjutkan menjadi data Daftar Pemilih Tetap (DPT)”.ujar Burhanuddin Husin.

Kepada Tokoh Masyarakat, ninik mamak Bupati Kampar mengharapkan dukungan kepada kades yang baru dilantik serta tingkatkan kerjasama yang baik antara lembaga dan elemen masyarakat, terutama antar unsure pemerintah desa, unsure lembaga adat dan unsure pemuka agama sebagaimana filosofi yang berkembang dimasyarakat yaitu Tali Bapilin Tigo, Tungku Tigo Sajoghangan.

Bupati Kampar juga mengucapkan terima kasihdan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kades Yato SM yang telah berakhir masa jabatannya atas loyalitas, jasa dan pengabdian yang telah diberikan pada bangsa dan Negara ini.

KPU Gelar Test Wawancara Petugas PPK Dan PPS

Tanggal Selasa, 12 April 2011 04:34 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

BANGKINANG- Setelah senin kemaren tes wawancara petugas petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) diwilayah Pemilihan V untuk kecamatan Bangkinang, Bangkinang Seberang, Salo, Bangkinang Barat, XIII Koto Kampar dan Kecamatan Koto Kampar Hulu yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Bangkinang Barat.

Lampung Tengah Kuker Bidang Perkerbunan

Tanggal Selasa, 12 April 2011 19:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar terutama dalam bidang perkebunan, Kunjungan kerja yang dilaksanakan pertemuanya di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Kampar Bupati Kampar pada Rabu 13/4 tersebut di sambut Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono SP beserta Kadis dan Kabbag dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

Dalam sambutan Teguh memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah perkebunan yang ada di Kampar terutama dalam hal perkebunan sawit. Dikatakan Teguh bahwa perkebunan yang sudah berhasil di Kabupaten Kampar yang utama adalah perkebunan sawit, kemudian Karet dan Gambir baik yang dikelola oleh negara maupun rakyat. Untuk perusahaan perkebunan sawit semtara ini terdapat sebanyak 31 buah perusahaan kemudian sekitar 40 perusahaan lainnya.

Dengan jumlah lebih kurang 70 perusahaan tesebut, melalaui kesepakan perusahaan yang terhadap pemerintah daerah Kabupaten Kampar yang menjadi kemasukan PAD terhadap Pemda tiap tahunnya karena pada tahun 2010 PAD Dari kesepakatyan tersebut mencapai sekitar 468 juta, hal itu dilaksanakan untuk menjalin kerja sama perusahaan dengan pemda Kampar agar perusahaan tersebut merasa terlindungi dan bisa mengikuti aturan yang berlaku di pemda Kampar.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung yang hadir pada acara tersebut diantaranya Ketua Komisi II Masudi dari PKS, Saifulah, SE dari Partai Demokrat, Mujiyo dari partai PDIP, Suriadi dari partaiDemokrat, Ramlan dari partai PKNU, Drs Nyoman dari partai Golkar, Nurma Wantan dari PDIP, Setwan Hazairin dan satf lainnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah H Raden Zugiri,SH mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Tengah dimekarkan pada tahun 1999 yang salah satu pecahan yang menjadi tiga Kabupaten pada waktu itu dari Kabupaten Lampung Induk, Sementara itu untuk saat ini Kabupaten Lampung memili penduduk sekitar 1.128.000,-  dengan 28 Kecamatan dan 328 Kampung atau kelurahan.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Perkebunan Drs. Fachril Azwar, Kepala BPPKP Ir. Aliman Makmur, Msi, Kepala Bagian Pemerintahan Umum Drs. H. Dendi Zulhairi, M.SI, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dilingkungan Kabupaten Kampar.

RSUD Bangkinang Menuju BLUD

Tanggal Ahad, 10 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang berpotensi untuk dikelola lebih efektif melalui Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) karna melaksanakan tugas operasional dalam pelayanan public dibidang kesehatan.

Hari ini Bupati Silaturrahim dengan PNS Kec.Bangkinang

Tanggal Sabtu, 02 April 2011 08:11 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Dijadwalkan hari ini Sabtu tanggal 2 April 2011 bertempat di gedung Makhligai Bungsu Bangkinang Bupati Kampar Drs.H.Burhanuddin Husin.MM akan menghadiri acara silaturrahim dengan Keluarga besar Pegawai Negeri Sipil (PNS) Korpri se Kecamatan Bangkinang.

Target dan Realisasi Pendapatan Kampar Tahun 2010 Capai 110,46%

Tanggal Sabtu, 02 April 2011 08:00 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kampar tahun 2010, telah ditetapkan target pendapatan Kabupaten Kampar tahun anggaran 2010 yaitu sebesar Rp 1.381.994.137.440,44 sedangkan realisasinya sebesar Rp 1.526.536.394.842,85 atau mencapai 110,46 persen.

Bupati Kampar Letakkan Batu Pertama Rumah Abdul Majid Masyarakat Sangat Miskin Desa Kuok Bangkinang

Tanggal Jum'at, 10 Juni 2011 03:05 Ditulis oleh: Humas Kampar

Bangkinang : Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin, MM disaksikan  Oleh Sekda Kampar Drs. H. Zulher, MS dan Dandin 0313/KPR Letkol (Inf) Edy Sutrisno, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, ST,MT, Muslim Gazali Sekdes Kuok, Tokoh Masyarakat Kuok dan ratusan anggota Koseka melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat sederhana bagi Abdul Majid Warga Dusun Pulau Belimbing Desa KuokKecamatan  Bangkinang Barat pada Sabtu 16/4.

Usai Peletakan Batu Pertama Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin MM menyampaikan keperihatinannya, melihat kondisi masyarakat miskin tersebut, kondisi ini sangat ironis ditengah kemajuan saat ini, ternyata ada warga kita di Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat yang  nota benenya berjarak tidak lebih dari 6 KM dari ibu kota Kabupaten Kampar Bangkinang, hidup dalam kondisi yang serba memprihatinkan, dan diperparah lagi tidak mempunyai rumah. Oleh Karena itu merupakan kepedulian pemerintah Kabupaten Kampar dalam upaya membantu Masyrakat miskin.

Selain Itu Bupati Kampar juga menyampaikan Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar mengucapakan terima kasih yang tak terhingga atas  dukungan oleh segenap lapisan masyarakat yang terkait dan Komunitas Sepeda Kampar (Koseka) sehingga rumah Sehat sederhana dengan tipe 36 ini yang diperuntukkan Bagi masyarakat sangat sulit ini dapat terealisasikan.

Ditambahkan Bupati Kampar bahwa selain Pembangunan Rumah ini Pemerintah juga akan membantu dalam sarana dan prasaran berupa Kilometer Listrik, moubiler Rumah termasuk Bibit ikan untuk usaha dimana rumah tersebut sangat mendukung dalam usaha perikanan.

” kita semua melihat kondisi saudara kita yang hidupnya sangat miskin,hidup sebagai penyadap karet milik orang lain, punya anak lima, dan punya satu isteri yang harus pula ikut membantu mencari nafkah keluarga dengan mengambil upah harian membersihkan sawah orang lain, dan yang parah lagi keluarga ini tidak punya apa-apa, tidak punya asset dan tidak punya rumah yang layak, sehingga mereka hidup berteduh dari belas kasihan orang lain yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk ditempati”ujar Burhanuddin

Abdul Majid 67 Tahun warga Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat bernasib malang, karena  sampai diusianya yang sudah  senja ini, warga desa tersebut hidup menumpang dirumah orang yang merasa iba dengan nasibnya. Usai dilakukannya peletakkan batu pertama oleh Bupati Kampar Abdul Majid didampingi isterinya Rohima tidak merasa sangat terharu dan matanya berkaca-kaca sehingga tidak dapat mengeluarkan kata-kata karena saking gembira dan ini bagaikan mimpi.

Peringatan HPN dan HUT PWI Ditunda

Tanggal Senin, 18 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

BANGKINANG- Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2011 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-65 Tingkat provinsi Riau yang dipusatkan di Kampar yang semula dijadwalkan pada 28 April 2011 ditunda  menjadi 5 Mei 2011 mendatang.

Penundaan jadwal ini terungkap saat rapat koordinasi panitia HPN 2011 dan HUT PWI ke-65 tingkat provinsi Riau, Selasa (19/4) yang dipimpin oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM. Hadir pada rapat tersebut, Sekda Kampar Drs H Zulher MS, Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia, Ketua Serikat Penerbit Surat kabar (SPS) Riau H Syafriadi SH MH para kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Kampar dan juga para pengurus PWI Riau dan PWI Kampar.

Bupati Kampar didampingi Ketua PWI Riau mengatakan bahwa penundaan tersebut dilaksanakan karena ada agenda nasional yakni Musrenbang Nasional yang harus dihadiri oleh Gubernur dan Bupati se-Indonesia di Jakarta pada 28 April 2011. ‘’Kita ambil saja hikmahnya bahwa penundaan ini membuat masa persiapan lebih panjang sehingga acara diharapkan berjalan sukses sebagaimana diharapkan,’’ujarnya.

Bupati dalam kesempatan tersebut juga mengarahkan kepada pada kepala satuan kerja (kasatker) untuk mendukung penuh terlaksananya kegiatan HPN dan HUT PWI tingkat provinsi Riau yang pertama kali dilaksanakan di luar Pekanbaru, yakni di Kabupaten Kampar. ‘’Lakukan koordinasi dengan pengurus dan panitia dari PWI agar kegiatan HPN dan HUT PWI berjalan dengan lancar,’’ucapnya.

Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pada  pagi harinya Kamis (5/5) dilaksanakan kegiatan gerakjalan yang akan diikuti juga oleh para pengurus PWI Pusat, Gubernur Riau beserta unsur Muspida Provinsi Riau, Ketua Dewan Pers H  Bagir Manan. ‘’Untuk itu, kami berharap di Kabupaten Kampar, seluruh jajaran Pemkab juga dapat ikut serta memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan di Kampar ini,’’ucapnya.

Di samping ada tamu dari  Pusat dan Provinsi, peringatan HPN 2011 dan HUT PWI ke-65 juga akan dihadiri oleh  dua orang perwakilan Malaysia Pers Club. Seminar pers yang dilaksanakan pada siang hari Kamis (5/5) dilakukan dengan tema ‘’Membangun Kampar’’, selain pembicaranya dari Pusat, Bupati Kampar juga akan bertindak sebagai  narasumber. Malamnya dilaksanakan resepsi, yang akan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kampar.

Akibat Banjir Anak Didik Tak Sekolah

Tanggal Kamis, 28 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Akibat hujan yang mengguyur deras pada malam jum’at Desa Bukit Melintang  yang mengakibatkan pada pagi harinya ratusan siswa pelajar dari tiggkat SD, SMP, SMA sampai tingkat perguruan tinggi terpaksa absen menuntut ilmu pendidikn selama satu hari akibat banjir yang terjadi di jembatan Sei Maung Jalan Gemas Sei Durian Desa Bukit Melintantg Kecamatan Bangkinag Barat.

Berncana banjir seperti ini kerap terjadi semenjak puluhan tahun yang lalu, hal itu diungkapkan Sulaiman T,  salah seorang masyarakat yang dituakan di Desa Bukit Melintang tersebut jum’at (29/4)

Sulaiman menambakan saat dikompirmasi di lokasi  tersebut, akibat banjir yang kerap terjadi ini selalu memeperhatikan terutama para pelajar yang menuntut ilmu ke tingkat SD

Hal senada juga diungkapkan salah seorang siswa Madrasyah Aliah Negaeri (MAN) Kuok Rinaldi, bahwa banjir ini terjadi apabila hujan deras yang mengakibatkan banjir deras membuat kekecewaan tehadap para pelajar dan masyarakat sampai saat ini yang belum juga diatasi pihak Desa Maupaun Pemda setempat.

Dikatakan Rinal, dia  sering terkejut apabila pagi hari akan berangkat kesekolah sampai di lokasi banjir melihat genagan air merah yang deras membuat tidak bisa dilewati dan telah berkumpul ratusan siswa/i dan amsyarakat yang terhenti dilokasi banjir.

Padahal lokasi banjr tersebut panjangnya cuma sekitar lima belas meter dataran rendah yang terdapat dipanggkal jembatan Sei Maung, dengan keadaan demikian para pelajar dan masyarakat berharap agar pihak Desa dan Pemerintah Daerah Kab. Kampar untuk bisa mengatasi lokasi tersebut untuk dagar para siswa dan masyarakat tidak mendapatagar bagaimanapun hujan desar tidak akan terjadi lagi bajir.

Pintu Kemajuan Umat

Tanggal Senin, 25 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Pendidikan agama islam merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang sangat penting dan berpengaruh besar dalam pembentukan sikap anak didik. Penerapan pendidikan agama islam dalam proses pembelajaran akan dapat membentuk kepribadian yang mulia pada peserta didik. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono SP pada acara Reuni dan Ziarah Maqan Dr H Am Jamarin ke-4 di Desa Kuntu Darusalam Kecamatan Kampar Kiri Senin, 25/4

Hadir pada acara tersebut Mantan Bupati Kampar saat ini selaku anggota DPRD Prov Riau H Jefri Noer, Kepala Desa Kuntu Darusalam, Kepala Desa Kuntu, Para Guru pesantren Sieh Burhanuddin, Toko Masyarakat, Wali Murid dan masyarakat Desa Kuntu.

Teguh menambahkan Kemauan  umat untuk maju sebenarnya sudah dimiliki sejak lama, Banyak tokoh atau ulama  menyerukan agar kaum  muslimin jangan kalah dari umat lainnya. Sementara ini dirasakan telah tertinggal dan dengan ketertinggalan itu, maka seolah-olah Islam sebagai agama yang hanya menjadikan ummatnya  tertinggal pula.

Pendidikan agama islam merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang sangat penting dan berpengaruh besar dalam pembentukan sikap anak didik. Penerapan pendidikan agama islam dalam proses pembelajaran akan dapat membentuk kepribadian yang mulia pada peserta didik.

Disamping itu Teguh juga menekankan apabila kita ingin mengetahui lebih jauh tentang implementasi pendidikan agama islam dalam proses pembelajaran maka terdapat dua terminologi yang perlu diperjelas yaitu belajar dan mengajar. Menguasi dan mengembangkan bahan pengajaran komponen yang terlibat antara lain pelajar, materi yang di ajarkan, dan metode yang di gunakan dalam memberikan pelajaran khususnya pendidikan agama Islam.

Oleh karena itu,  untuk meraih kemajuan, sekalipun kekuatan lainnya,  politik misalnya adalah  penting,  namun  yang lebih penting lagi adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Ilmu  dan teknologi adalah pintu kemajuan umat.  Sedangkan untuk meraihnya hanya  melalui lembaga pendidikan yang diselenggarakan secara benar dan berkualitas.

Teguh juga berharap agar lapisan masyarakt yang hadir pada acara tersebut agar anak-anaknya bisa terus memasukan kesekolah-sekolah yang berbaur keagamaan, lebih berpikir anak tersebut diamsukan sekolah yang berrbaur keagamaan agar nantinya menjadi anak yan g soleh dan beraklak mulai.

Sementara itu ketua panitia Asril B mengatakan, bahwa perantren Sieh Burhanuddin ini didirikankan oleh Ustaz H Dr. Jamarin pada tahun 1973 kemudian beliu wapat pada tahun 2007. Dengan demikian kita berharap hendaknya apa yang telah dilakukan dan diberikan oleh beliau semasa hidup terhadap pesantren dan masyakat kuntu ini semoga menjadi amal ibadah baginya dan bermamfaat bagi kita semua.

Dana BOS Digunakan untuk Membiayai 13 Kegiatan Sekolah

Tanggal Rabu, 06 April 2011 08:36 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2010, tanggal, 22 Desember 2010 tentang petunjuk teknis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2011 ternyata dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membiayai 13 kegiatan pokok di sekolah.

Tiga Belas Larangan Penggunaan Dana BOS

Tanggal Sabtu, 02 April 2011 08:07 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2010 tentang petunjuk teknis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2011 yang ditetapkan pada tanggal, 22 Desember 2010, sedikitnya ada tiga belas larangan penggunaan dana BOS.

Gereja Pantekosta Gelar Donor darah

Tanggal Sabtu, 23 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Dalam rangka memperingati hari raya Paskah yang jatuh pada jumat lalu, jaringan Doa Sekota yang diketuai oleh Pendeta Sahat Pasaribu mengadakan donor darah yang dipusatkan di Gereja Pentakosta Isa Almasih Jln. Mayor Ali Rasyid 59 Bangkinang, Sabtu (23/4) lalu.

Acara yang diikuti oleh sekitar 30 orang angggota dari beberapa gereja yang ada di Kabupaten Kampar ini rencananya akan kembali dilakukan pada minggu depan bertempat di Kota Batak Kecamatan Tapung Hilir.

Hal ini disampaikan oleh Drg Awal Heniwati, Ketua PMI Bangkinang melalui press releasenya yang dikirim kepada wartawan. “Kita menyambut baik acara ini karena donor darah yang dilakukan jelas membantu kita untuk mencukupi kebutuhan darah yang saat ini masih mengalami kekurangan yang cukup banyak,”jelasnya

Sementara itu Sahat Pasaribu mengatakan suasana paskah harus dijadikan untuk saling berbagi kasih antara sesama umat manusia dalam bentuk kegiatan yang positif,”Paskah harus diisi dengan kegiatan yang positif sebagai bentuk kasih sayang yang diberikan tuhan,”ujarnya

Dampak Buruk dari Kebakaran Hutan dan Lahan Bangkinang

Tanggal Ahad, 17 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Saat sekarang ini banyak terdapat kebakaran hutan dan lahan yang banyak berakibat buruk seperti kebakaran Hutan yang terjadi di beberapa wilayah Riau umumnya, mengakibatkan timbulnya asap dan polusi udara yang berdampak bagi beberapa aspek.

Hal ini disebabkan asap yang menyebar keberbagai wilayah menganggu lalu lintas penerbangan asap hasil kebakaran hutan juga mengakibatkan polusi udara yang berdampak kepada kesehatan masyarakat, oleh sebab itu Teguh  memandang pentingnya dilakukannya tindakan untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan. Kebakarn  Hutan juga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kampar H. Teguh Sahono pada acara pembukaan Pelatihan Fasilitator kebakaran hutan dan lahan di di wisma Nirwana Jl. Datuk Tabano Bangkinang senin, (18/4).

Teguh menambahkan selain kerugian ekonomi, belum dihitung kerugian akibat terjadinya erosi karena tanah 20 sampai 30 kali lebih peka dibandingkan dengan daerah hutan yang tidak terbakar, terjadi percepatan perubahan iklim global.

Disamping itu kerugian tidak langsung akibat hilangnya habitat satwa dan erosi berbagai bibit benih tumbuhan dan fauna di lantai hutan, mempercepat hilangnya biomassa lantai hutan mempercepat proses pencucian hara tanah, terjadinya banjir di daerah yang hutan gambutny terbakar, dan polusi udara dan air.

Selanjutnya Teguh juga berharap kepada para Fasilitator untuk  mengikuti acara pelatihan ini dengan serius karena para Fasilitator sebagai penyebar informasi dari pemerintah dan dinas kehutanan di Kabupaten Kampar. Dengan demikian para Fasilitator juga bisa menerapkan berbagai pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan  di masing masing Kecamatan.

Selanjutnya Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar Ir  Asril Astaman menyampaikan bahwa Jadual acara pelatihan tersbut akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dimulai pada tanggal 18 hingga 20 April 2011. Pelatihan Fasilitator akan diikuti para wakil dari 10 Kecamatan se kabupaten Kampar sebanyak 30 orang dengan tujuan untuk meningkatkan komunikasi dan dapat memotifasi masyarakat agar ikut serta dalam penaggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu dalam waktu yang sama dengan tempat yang berbeda Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono  SP juga sempat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama seluruh indonesia mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dilaksanakan di SMAN 1 Bangkinang Seberang.

Teguh juga meminta agar UN terebut kepada kepada pihak sekolah, pengawasan silang antar sekolah, pengawasan dari kepolisian dan pengawasan dari Tim Independen agar bisa menjaga keamanan agar bisa berjalan dengan lancar tampa ada kecurangan walaupun saat ini UN menggunakan sistim  paket A,B,C,D dan E yyang kemungkinan Cuma 4 atau  orang yang sama soalnya dalam suatu ruangan tersebut.

Bupati Kampar Letakkan Batu Pertama Rumah Abdul Majid Masyarakat Sangat Miskin Desa Kuok Bangkinang Barat

Tanggal Sabtu, 16 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Bangkinang : Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin, MM disaksikan  Oleh Sekda Kampar Drs. H. Zulher, MS dan Dandin 0313/KPR Letkol (Inf) Edy Sutrisno, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, ST,MT, Muslim Gazali Sekdes Kuok, Tokoh Masyarakat Kuok dan ratusan anggota Koseka melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat sederhana bagi Abdul Majid Warga Dusun Pulau Belimbing Desa KuokKecamatan  Bangkinang Barat pada Sabtu 16/4.

Usai Peletakan Batu Pertama Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin MM menyampaikan keperihatinannya, melihat kondisi masyarakat miskin tersebut, kondisi ini sangat ironis ditengah kemajuan saat ini, ternyata ada warga kita di Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat yang  nota benenya berjarak tidak lebih dari 6 KM dari ibu kota Kabupaten Kampar Bangkinang, hidup dalam kondisi yang serba memprihatinkan, dan diperparah lagi tidak mempunyai rumah. Oleh Karena itu merupakan kepedulian pemerintah Kabupaten Kampar dalam upaya membantu Masyrakat miskin.

Selain Itu Bupati Kampar juga menyampaikan Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar mengucapakan terima kasih yang tak terhingga atas  dukungan oleh segenap lapisan masyarakat yang terkait dan Komunitas Sepeda Kampar (Koseka) sehingga rumah Sehat sederhana dengan tipe 36 ini yang diperuntukkan Bagi masyarakat sangat sulit ini dapat terealisasikan.

Ditambahkan Bupati Kampar bahwa selain Pembangunan Rumah ini Pemerintah juga akan membantu dalam sarana dan prasaran berupa Kilometer Listrik, moubiler Rumah termasuk Bibit ikan untuk usaha dimana rumah tersebut sangat mendukung dalam usaha perikanan.

” kita semua melihat kondisi saudara kita yang hidupnya sangat miskin,hidup sebagai penyadap karet milik orang lain, punya anak lima, dan punya satu isteri yang harus pula ikut membantu mencari nafkah keluarga dengan mengambil upah harian membersihkan sawah orang lain, dan yang parah lagi keluarga ini tidak punya apa-apa, tidak punya asset dan tidak punya rumah yang layak, sehingga mereka hidup berteduh dari belas kasihan orang lain yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk ditempati”ujar Burhanuddin

Abdul Majid 67 Tahun warga Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat bernasib malang, karena  sampai diusianya yang sudah  senja ini, warga desa tersebut hidup menumpang dirumah orang yang merasa iba dengan nasibnya.

Usai dilakukannya peletakkan batu pertama oleh Bupati Kampar Abdul Majid didampingi isterinya Rohima tidak merasa sangat terharu dan matanya berkaca-kaca sehingga tidak dapat mengeluarkan kata-kata karena saking gembira dan ini bagaikan mimpi.

Silaturrahmi Kunci Utama Jaga Persatuan Hadiri Pelantikan Dua Majlis Wakil Cabang NU

Tanggal Sabtu, 16 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar

Bangkinang : Silaturrahmi merupakan unsur pokok dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam membangun dan mengembangkan ummat kearah yang lebih baik sehingga tercapainya masyarakat yang aman, tentram dan sejahtera dalam menuju masyarakat yang madani. Demikian disampaikan Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin MM saat memberikan pengarahannya pada acara Istighosah dan tabligh Akbar bersempena dengan Pelantikan pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tapung yang acaranya diadakan di halaman Kantor MWC NU Kecamatan Tapung di Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung dan pelantikan MWC NU Kecamatan Tapung Hilir di Desa Cinta Damai Kecamatan Tapung Hilir pada Sabtu 16/4

Hadir Pada Kesempatan Tersebut Bupati Kampar Drs. H. Burhanuddin Husin ,MM Anggota DPRD Kampar Catur Sugeng Susanto, Sujarwo,  Camat Tapung Ismanto, Camat Tapung Hilir Masrur, SH, Ketua Pimpinan Cabang NU Kabupaten Kampar Ir. Anton Sufriantono dan pengurus, Kepala Desa Sari Galuh Eko Widodo, Penceramah Tabligh Akbar KH Daroini Ali Da’I Kondang Dari Lampung serta Ratusan warga NU dari berbagi Desa di Kecamatan Tapung.

Bupati Kampar menyampaikan bahwa pada saat ini silaturrahmi antar ummat telah mulai rapuh, sehingga mudah saja isu-isu yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah ummat dan ini adalah tugas seluruh elemen masyarakat dalam merakat dan menjalin kembali silaturrahmi terutama dukungan dan partisipasi Warga NU Kabupaten Kampar . “Hal ini tentu saja akan merugikan semua pihak dimana dengan tidak bersatunya ummat membuat tidak kondusifnya suatu daerah sehingga dengan demikian dapat memperlambat proses pembangunan” Ujar Burhanuddin.

“Mari kita jaga persatuan dan persatuan dan kunci utamanya adalah dengan selalu menjalin dan menjaga silaturrahmi antar ummat dan masyarakat, apalagi daerah Kabupaten Kampar merupakan masyarakat yang heterogen, sehingga dengan terus terjaganya silaturrahmi terhinda dari gesekan-gesekan yang bersumber dari isu-isu atau aliran-aliran yang tidak bertanggung jawab” Ujar Bupati Kampar

Selain itu tambah Burhanuddin Husin, MM beberapa Agenda Daerah Yang akan dilalui oleh Pemerintah Kabupaten Kampar yaitu bahwa pada Bulan Oktober mendatang akan diadakan Pemilukada dalam memeilh Bupati dan Wakil Bupati Kampar Periode 2011-2016, oleh karena itu Bupati Kampar menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan agenda daerah ini, salah satunya adalah dengan mengecek agar setiap warga masyarakat terdaftar menjadi pemilih pada pemilukada dimaksud.

Sementara itu Kepala Desa Sari Galuh dalam laporannya mengatakan bahwa ucapan terima kasih yang tak terhingga atas Kunjungan Bupati Kampar, seluruh lapisan masyarakat Desa Sari Galuh mengucapkan atas pembangunan infrastruktur, sekolah dan sebaginya yang telah  dibangun oleh pemerintah Kabupaten Kmapar dibawah kepemimpinan Drs. H. Burhanuddin Husin, MM.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang NU Kabupaten Kampar Ir. Anton Sufriantono dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima Kasih atas kehadiran dalam pelantikan dan peresmian pemakaian Gedung baru NU Tapung oleh Bupati Kampar selaku Muhtasar NU Kabupaten Kampar, sehingga nantinya dapat membesarkan dan menghidupkan NU di negeri serambi mekkah ini.

Sementara itu Penceramah  Tabligh Akbar KH Daroini Ali Da’I Kondang Dari Lampung menyampaikan inti sari dan makna-makna yang tersirat dari hikmah silaturrahmi, dimana pentingnya bagi suatu daerah terjaganya silaturrahin dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Pada Kesempatan tersebut Ustazd Doaroini ali dan seluruh warga NU Tapung berkesempatan  mendo’akan Bupati Kampar yang berulang tahun yang 53, semoga dengan do’a ini memperoleh keselamtan dan kesehatan dalam memimpin Kabupaten Kampar. Selanjutnya pada kesempatran tersebut Bupati Kampar memberikan Bantuan untuk kelanjutan Pembangunan Maljis Wakil Cabang NU Tapung sebesar Rp.25 Juta dan diringi sumbangan dan shadaqah oleh warga NU yang berhdir

Kenakalan Remaja Perlu diperhatikan

Tanggal Selasa, 12 April 2011 04:36 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi ambang batas yang kewajar. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang melalui media elektronik atau kita melihatnyalangsung di lingkungan sekitar kita.

Penuhi Kebutahan Anak dengan Agama dan Kasih Sayang

Tanggal Sabtu, 09 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Anak adalah tanggung jawab orang tua, terlebih ayah. anak menjadi titipan Ilahi maka seorang ayah yang baik adalah ayah yang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, memberikan pendidikan agama, kasih sayangnya dan memikirkan masa depannya.

100 Orang Karyawan Garuda Food Donorkan Darah

Tanggal Sabtu, 09 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

100 orang karyawan Garuda Food Desa Baru Kecamatan Siak Hulu melakukan aksi donor darah yang difasilitasi PMI Cabang Kabupaten Kampar. Acara ini juga dirangkai dengan kegiatan pengobatan gratis dan bazaar sembako murah yang dipusatkan di Sekretariat Kreatif komplek Garuda Food Pasir putih, Sabtu (9/4)

Kebutuhan Darah Belum Terpenuhi

Tanggal Jum'at, 08 April 2011 02:09 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Kebutuhan darah di Kabupaten Kampar hingga saat ini belum terpenuhi secara maksimal. Tingginya permintaan dan belum seimbang dengan jumlah darah yang tersedia diperkirakan menjadi penyebab yang paling prinsip. Diperkirakan, jumlah darah yang tersedia di PMI cabang Kampar hanya mampu memenuhi 70% dari permintaan yang dilayangkan oleh masyarakat.

PMI Dituntut Bertindak Cepat dan Tepat

Tanggal Kamis, 07 April 2011 04:34 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Sebagai perhimpunan nasional, Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki visi untuk mampu dan siap menyediakan pelayanan kepalangmerahan dengan cepat dan tepat dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah. Untuk itu setiap anggota PMI sebagai mitra Pemerintah dituntut untuk bertindak cepat dan tepat sasaran dalam menangani masalah social dan korban bencana alam diberbagai daerah.

Jauhi Kebiasaan Dendam Kemiskinan

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:48 Ditulis oleh: Humas Kampar-Dedi Ir

Bangkinang, Dalam kehidupan sehari hari-hari sesame manusia selalu  berbeda, ada yang kehidupannya sudah mewah atau kaya dan ada juga yang tergolong miskin. Dengan demikian kita harus selalu bisa memila-mila apabila saat ini kita serba kekurangan kemudian suatau saat kita kaya hendakknya kita jgan menjadi dendam kemiskinan.

Eva ; “Desa Balung Butuh Perahtian Khusus”

Tanggal Jum'at, 29 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, --  Desa Balung merupakan salah satu desa di Kecamatan 13 Koto Kampar Kabupaten Kampar yang masih menyandang status desa tertinggal sangat membutuhkan pembangunan secara khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar terutama pembangunan jalan perbatasan dengan wilayah Sumatera Barat.

Untuk menuju ke Lokasi desa Balung ini kota Bangkinang yang menempuh jarak sekitar 75 km ini harus melalui jalan perbatasan masuk gapura wilayah propinsi Sumatera Barat yang berbelok ke kiri untuk memasuki Kabupaten Kampar kembali.

Jalan masuk ke Desa Balung melalui jembatan gantung  kemudian harus menempuh kondisi jalan yang sangat parah, selain rusak berat juga jalanan banyak yang mendaki untuk memasuki perkampungan Desa Balung.

Kondisi jalan ini ditemui saat kunjungan reses  Wakil Ketua DPRD Kampar  Hj Eva Yuliana Jefry, Jumat (29/4) kemarin, “Desa Balung sangat butuh perhatian khusus dan serius dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar terutama masalah pembangunan infrastruktur jalan disamping permasalahan lainnya”, kata Eva.

Menanggapi keluhan masyarakat Desa Balung, dalam reses itu Eva mengatakan bahwa  aspirasi masyarakat Desa Balung akan dibahas di DPRD Kampar untuk disampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kampar agar dapat segera di realisasikan usulan  pembangunan untuk perkembangan Desa tersebut, apalagi dalam usulan pembangunan jalan tersebut telah melibatkan pemerintah Sumbar yang sama-sama mengusulkan pembangunan jalan ke pemerintah pusat.

Selain dari pemerintah daerah Kampar, Eva juga berharap pemerintah propinsi dapat melakukan sharing anggaran pembangunan, sehingga Desa Balung dapat terlepas dari statusnya sebagai desa tertinggal, “DPRD Kampar juga akan berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Balung ini melalui DPRD Riau, sehingga propinsi Riau dapat melakukan sharing anggaran”, jelasnya.

Kepala Desa Balung M Syafe’I menyampaikan sejumlah kebutuhan dan aspirasi untuk pembangunan di desa Balung, “Desa Balung Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan desa tertinggal dan sangat terisolir di kabupaten Kampar sangat membutuhkan peningkatan jalan sebagai akses meningkat perekonomian masyarakat yang tingkat perekonomian perkapita pertahun di bawah rata-rata nasional”, jelasnya.

Syafe’I menyebutkan “jalan dari Desa Balung yang keluarnya ke Tanjung Belit Kabupaten Lima Puluh Kota sekarang tidak bisa dilakukan Rehabilitasi, karena pontoon tempat penyeberangan alat berat dan kendaraan pembawa material kondisinya sudah pecah dan hancur tidak dapat di pergunakan lagi, sampai sekarang belum ada perbaikan, sekarang untuk akses penyeberangan hanya dengan jembatan gantung yang bisa di lewati oleh kenderaan pribadi dan roda dua, adanya jembatan gantung ini belum menjawab semua persoalan yang dibutuhkan masyarakat”, tegasnya.

“saat ini sudah ada pembukaan jalan Desa Balung ke Lubuk Agung Kampar Kiri yang panjangnya 60 km tapi belum bisa di lewati karena kondisinya masih parah, dimanan tujuan dari pembukaan jalan ini untuk pengembangan desa kedepan sehingga masyarakat Desa Balung pengembangan desanya kearah Kampar Kiri karena arah ke baratnya desa ini sudah berbatasan dengan Kabupten Lima Puluh Kota Sumatra barat”, terang Syafi’i.

Pembukaan jalan ini baik kearah Kampar Kiri maupun ke arah Tanjung Belit sudah ada kerja sama Pemda kabupaten Kampar dengan Pemda Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat,untuk pengerjaan peningkatan jalan ini yaitu 5 km ke dua arah,

Syafei berharap desa Balung ini mendapatkan pembangunan secara merata dengan desa desa lain yang ada di kabupten Kampar “kami berharap Pemda Kampar membuat perencanaan pembangunan yang matang agar Desa Balung tidak terisolir lagi, untuk ke Bangkinang saja memakan waktu sampai tiga jam yang harus melalui kabupaten Lima puluh Kota provinsi Sumatra Barat. jika perlu dibangun jalan dari Desa Balung tembus ke Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat untuk mempersingkat jarak tempuh dan dapat melewati daerah sendiri tidak melewati Sumatra Barat lagi”,  ungkap nya.

Syafe’I : “Desa Balung Masih Tertinggal”

Tanggal Sabtu, 30 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Kepala Desa Balung M Syafe’I  mengakui bahwa desanya masih terisolir dan sangat jauh tertinggal dari desa-desa lain di Kabupaten Kampar tersebab infrastruktur jalan  sampai saat ini belum kunjung ditingkatkan pembangunannya.

Minimnya infrastruktur jalan ini membuat Desa ini jauh tertinggal dan bahkan kategori tertinggalnya desa ini mencakup berbagai aspek kehidupan, baik aspek mata pencarian yang hanya mengandalkan  kebun karet, fasilitas pendidikan juga sangat minim, dimana desa ini hanya memiliki sekolah hingga jenjang pendidikan tingkat SMP saja.

Sejumlah kebutuhan dan aspirasi untuk pembangunan di desa Balung, “Desa Balung Kecamatan XIII Koto Kampar merupakan desa tertinggal dan sangat terisolir di kabupaten Kampar sangat membutuhkan peningkatan jalan sebagai akses meningkat perekonomian masyarakat  yang  tingkat perekonomian perkapita pertahun di bawah rata-rata nasional”, jelasnya.

Syafe’I  menyebutkann  “jalan  dari Desa Balung yang keluarnya ke Tanjung Belit Kabupaten Lima Puluh Kota sekarang tidak bisa dilakukan Rehabilitasi, karena pontoon tempat penyeberangan alat berat dan kendaraan pembawa material kondisinya sudah pecah dan hancur tidak dapat di pergunakan lagi, sampai sekarang belum ada perbaikan, sekarang untuk akses penyeberangan hanya dengan jembatan gantung yang bisa di lewati oleh kenderaan pribadi dan roda dua, adanya jembatan gantung ini belum menjawab semua persoalan yang dibutuhkan masyarakat”, tegasnya.

“saat ini sudah ada pembukaan jalan Desa Balung ke Lubuk Agung Kampar Kiri yang panjangnya 60 km tapi belum bisa di lewati karena kondisinya masih parah, dimanan tujuan dari pembukaan jalan ini untuk pengembangan desa kedepan sehingga masyarakat Desa Balung pengembangan desanya kearah Kampar Kiri karena arah ke baratnya desa ini sudah berbatasan dengan Kabupten Lima Puluh Kota Sumatra barat”, terang Syafi’i.

Pembukaan jalan ini baik kearah Kampar Kiri maupun ke arah Tanjung Belit sudah ada kerja sama Pemda kabupaten Kampar dengan Pemda Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat,untuk pengerjaan peningkatan jalan ini yaitu 5 km ke dua arah.

Syafei berharap desa Balung ini mendapatkan pembangunan secara merata dengan desa desa lain yang ada di kabupten Kampar “kami berharap Pemda Kampar membuat perencanaan pembangunan yang matang agar Desa Balung tidak terisolir lagi, untuk ke Bangkinang saja memakan waktu sampai tiga jam yang harus melalui kabupaten Lima puluh Kota provinsi Sumatra Barat. jika perlu dibangun jalan dari Desa Balung tembus ke Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat untuk mempersingkat jarak tempuh dan dapat melewati daerah sendiri tidak melewati Sumatra Barat lagi”,  ungkap nya.

Eva ; “Desa Balung Butuh Perhatian Khusus”

Tanggal Sabtu, 30 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, --  Desa Balung merupakan salah satu desa di Kecamatan 13 Koto Kampar Kabupaten Kampar yang masih menyandang status desa tertinggal sangat membutuhkan pembangunan secara khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar terutama pembangunan jalan perbatasan dengan wilayah Sumatera Barat.

Untuk menuju ke Lokasi desa Balung ini kota Bangkinang yang menempuh jarak sekitar 75 km ini harus melalui jalan perbatasan masuk gapura wilayah propinsi Sumatera Barat yang berbelok ke kiri untuk memasuki Kabupaten Kampar kembali.

Jalan masuk ke Desa Balung melalui jembatan gantung  kemudian harus menempuh kondisi jalan yang sangat parah, selain rusak berat juga jalanan banyak yang mendaki untuk memasuki perkampungan Desa Balung.

Kondisi jalan ini ditemui saat kunjungan reses  Wakil Ketua DPRD Kampar  Hj Eva Yuliana Jefry, Jumat (29/4) kemarin, “Desa Balung sangat butuh perhatian khusus dan serius dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar terutama masalah pembangunan infrastruktur jalan disamping permasalahan lainnya”, kata Eva.

Menanggapi keluhan masyarakat Desa Balung, dalam reses itu Eva mengatakan bahwa  aspirasi masyarakat Desa Balung akan dibahas di DPRD Kampar untuk disampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kampar agar dapat segera di realisasikan usulan  pembangunan untuk perkembangan Desa tersebut, apalagi dalam usulan pembangunan jalan tersebut telah melibatkan pemerintah Sumbar yang sama-sama mengusulkan pembangunan jalan ke pemerintah pusat.

Selain dari pemerintah daerah Kampar, Eva juga berharap pemerintah propinsi dapat melakukan sharing anggaran pembangunan, sehingga Desa Balung dapat terlepas dari statusnya sebagai desa tertinggal, “DPRD Kampar juga akan berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Balung ini melalui DPRD Riau, sehingga propinsi Riau dapat melakukan sharing anggaran”, jelasnya.

Koseka Semprot Nyamuk DBD dan Beri Serbuk ABT Di Desa Kinantan

Tanggal Jum'at, 29 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

TAPUNG, --  Ratusan pecinta sepeda yang tergabung dalam Koseka (Komunikitas Sepeda Kampar) melayat ke rumah korban DBD di Desa Kenantan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar akhir pekan lalu melakukan fogging dan menyerahkan serbuk ABT untuk membasmi jentik-jentik nyamuk.

Satu kotak besar serbuk ABT sumbangan Koseka, diserahkan Zulher kepada Kepala Desa Kenantan, Heri Suprihanto, untuk dibagikan kepada seluruh warga desa. “Kita berharap dan mendoakan agar penderita DBD segera sembuh dan tidak ada lagi tambahan korban deman berdarah di desa ini,” papar Zulher, yang sehari-harinya juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar.

Sulasmi (50) istri korban yang sedang berduka, sejak sepekan ini telah berstatus janda setelah suaminya, Sujono (53), berpulang menghadap Yang Maha Esa. Belum kering air matanya karena duka ditinggal sang suami tercinta, kesedihan Sulasmi bertambah karena hanya berselang tujuh hari sang anak Sugiarto (18) pun menyusul ayahandanya menghadap Sang Khaliq karena keduanya menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kami turut berduka dan berbelasungkawa. Semoga ahli bait yang ditinggalkan kedua almarhum tetap sabar menghadapai cobaan ini. Perbanyak ibadah. Jaga sholatnya, ya?” kata H Zulher, pendiri dan pembina Komunitas Sepeda Kampar (Koseka) ini yang hadir bersama rombongan dan anggota DPRD Kampar H Ujang Ilyas HU pada Sabtu (30/4) pagi.

Selain itu mewakili seluruh anggota Koseka, Zulher juga menyerahkan santunan untuk keluarga almarhum. Masing-masing diberikan kepada Sulasmi, istri pertama alm Sujono, dan Uripah (43), istri kedua alm Sujono. “Bantuan ini merupakan sumbangan dari teman-teman di Koseka. Semoga bermanfaat. Jangan larut dalam kedukaan. Perbanyak doa kepada Allah Swt agar arwah almarhum ditempatkan  di tempat yang layak di sisi-Nya,” papar Zulher. “Kita semua pasti akan diuji oleh Allah. Kematian merupakan sesuatu yang pasti bagi setiap makhluk hidup dan ujian bagi yang ditinggalkan,” tambahnya.

Sejak dua pecan terakhir warga Desa Kinantan resah karena menjadi desa wabah penyakit demam berdarah telah menyebar, Tujuh orang positif terserang demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit. Dua diantaranya; Sujono dan Sugiarto —masing-masing ayah dan anak, warga RT 04/RW 04 Dusun 2 Desa Kenantan— meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis, maka Zulher bersama rombongan Koseka juga melakukan peninjauan ke pekarangan beberapa rumah warga

Zulher mengingatkan, “Waspadai genangan air di wadah sekecil apapun. Sebab, genangan air merupakan tempat bertelur dan berkembangbiaknya bintik nyamuk. Mari kita jaga kebersihan lingkungan,” ucapnya

Ilyas HU juga menyampaikan pesanya kepada perangkat desa agar berperan aktif dalam memobilisasi masyarakat untuk menciptakan pekarangan dan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kepala Desa Kenantan, Heri Suprihanto, yang dikonfirmasi pada Ahad (1/5) kemarin, mengungkapkan, pihaknya langsung membagikan serbuk ABT sumbangan Koseka kepada 490 keluarga, pada Sabtu siangnya. Sementara untuk fogging, dilakukan di seluruh wilayah Desa Kenantan. Hingga Ahad sore, total jumlah warga Desa Kenantan yang menjalanan perawatan medis berjumlah enam orang. “ Lima orang diantaranya positif demam berdarah. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Bangkinang. Sedangkan satu orang lagi, teridentifikasi menderita gejala tipus dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bangkinang,” terang Heri Suprihanto.

Memadukuan olahraga bersepeda dengan kegiatan sosial bernilai ibadah, sepertinya memang men jadi karakter dari Koseka. Memang, sesungguhnyalah, hanya dengan kepedulian dan kebersamaan, jalinan persaudaraan pada tataran ukhuwah yang hakiki akan terwujud.

10 Siswa MAN Kuok Dapat Lencana Emas

Tanggal Jum'at, 29 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Sebanyak 10 siswa mendapatkan lencana emas sebagai sebuah penghargaan atas prestasi yang diraih oleh siswa MAN Kuok kelas XII tahun ajaran 2011 yang diberikan langsung oleh Sekdakab Kampar, Sabtu (29/4) kemarin.

“dengan prestasi yang diraih siswa itu merupakan modal yang menjadi contoh bagi siswa lain dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga siswa dapat menguasai ilmu dan teknologi minimal mencapai pendidikan tingkat sarjana yang merupakan sasaran pokok dalam mencapai tujuan pembangunan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur”, demikian Sekdakab Kampar Drs.H Zulher MS pada acara penyematan lencana emas kepada 10 orang siswa-siswi berprestasi dan perpisahan MAN Kuok kelas XII tahun ajaran 2011 yang berlangsung di halaman Sekolah MAN kuok pada Sabtu (29/4).

Drs.H Zulher MS mengilustrasikan ketertarikan perwakilan dari Pemerintah Belanda yang baru saja berkunjung ke Pemda Kampar terhadap ikan air tawar terutama belut dan ikan Nila serta ikan patin, dengan peningkatan mutu pendidikan kita dapat menguasai teknologi termasuk teknologi  pengolahan ikan sehingga dapat meraih pasar seperti yang diinginkan perwakilan negeri Belanda untuk menjalin kerja sama bidang perikanan baik dalam pengembang biakan dan juga untuk penjualan/pemasarannya,ujarnya.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dunia pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam memajukan Kabupaten Kampar, untuk itu Pemerintah Daerah Khususnya Pemda Kampar sejauh ini  komit mendukung penuh untuk peningkatan dunia pendidikan.

Disamping itu Zulher menyarankan kepada anak didik MAN Kuok, jika sudah tamat nanti dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, kejar pendidikan eksak diperguruan tinggi dimana masih sangat dibutuhkan terutama di Kampar, disamping itu untuk perkembangan anak diharapkan kepada orang tua agar turut serta dalam memberi perhatian dan komunikasi yang efektif dengan anak.

Sementara itu Drs.Khusaini selaku Kepala Sekolah MAN Kuok dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua murid jika ada kesalahan selama anaknya disekolahkan di MAN Kuok dan akan terus berupaya dalam meningkatkan pendidikan baik fasilitas maupun kualitas pendidikan untuk membawa MAN Kuok kearah yang lebih maju kedepan.

Disisi lain Kabid Mapenda Kanwil Kamenag Riau Drs.Edwar S Umar mengatakan mutu pendidikan di sekolah hampir 90%nya ditentukan oleh guru, untuk  itu mari kita tingkatkan kualitas guru  untuk peningkatan mutu anak didik.

Kepada anak didik Drs Edwar berharap agar dapat menunjukkan prilaku mulia jika sudah lulus dan jaga pencitraan anak didik sekolah di Madrasah serta kepada orang tua murid agar jangan lepas tangan soal pendidikan anak dan langsung mempercayakan anak hanya dimadrasah karena waktu luang anak jauh lebih banyak dirumah untuk itu orang tua harus berperan aktif terhadap pendidikan anak.

Turut hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Propinsi Riau perwakilan Kampar Dra.Hj Rospanilda Zulher, Kabid Mapenda Kanwil Kamenag Riau Drs.Edwar S Umar, Anggota DPRD Kampar Indra Gamal, Camat Bangkinang Barat Edi Pratono,Kepala Sekolah se Kecamatan Bangkinang Barat, tokoh masyarakat, ninik mamak serta wli murid MAN Kuok

Mantan Aktivis Jadi Ketua Gapoktan

Tanggal Jum'at, 29 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Mantan aktivis muda, Edy Prayitno yang dulunya sering tampil sebagai actor demonstran di Kabupaten Kampar saat ini menjadi Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Dusun III Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang.

Di dalam gubuk separoh dinding bata dan terpal plastic untuk menutupi dinding rumahnya, Edy dengan penuh semangat menekuni kehidupannya sebagai seorang petani dan mengkoordinir warga sekitar tempat tinggalnya untuk mengembangkan usaha pertanian terpadu.

“saya belajar hidup mandiri bersama warga di Ridan ini membangun usaha pertanian terpadu, pekerjaan ini saya tekuni sudah hamper 2 tahun, alahamdulillah sejak saya memberanikan diri terjun ke bidang pertanian ini sudah dapat menikmati hasil”, ujarnya sambil menunjukkan rumah tempat tinggalnya itu.

Edy mengakui memang banyak teman-temannya bertanya, tentang dirinya yang disebut telah keluar jalur dari seorang aktivis menjadi seorang petani, “saya tidak keluar jalur, namun secara pribadi saya punya kehidupan sendiri yang menjadi tugas dan tanggungjawab saya sebagai seorang suami dan ayah dari anak saya, saya memiliki kewajiban menafkahi mereka”, ucapnya ditemui Koran Riau, Ahad (30/4) kemarin.

Awalnya saya tidak memiliki ilmu pertanian sama sekali, namun karena tuntutan kehidupan memaksa saya untuk belajar dan belajar mendalami ilmu pertanian sekaligus praktek langsung dengan membentuk kelompok tani di Dusun III Desa Ridan Permai, ujarnya.

Beralaskan karpet plastic dilantai tanah rumahnya Edy hidup bersama seorang istri dan seorang anak, Edy  seorang Pelatih Pencak Silat ini terlihat begitu sabar menerima keadaan hidupnya yang jauh berbeda dari teman-teman seperjuangannya yang kebanyakan dari mereka telah menjadi kontraktor di Kampar.

Edy mengisahkan kenangannya ketika sibuk berdemonstrasi di Kampar, “kita berkoar-koar menyuarakan aspirasi masyarakat dengan begitu semangat, orang akan menilai bahwa diri kita dapat tampil di muka orang banyak dengan segala kemampuan dan kekuatan, namun ketika tidak sedang berdemonstrasi saya punya sebuah kehidupan yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain, kuliah berantakan, pulang kerumah ada anak istri yang harus dinafkahi”, kenangnya.

Oleh karena rasa tanggungjawab dan kewajiban hidup itulah, maka saya mengakhiri aktivitas saya seperti itu, dan berfikir untuk masa depan saya, maka salah satu jalannya saya mencoba hidup dengan bertani, ujarnya.

Meskipun menjadi pelatih pencak silat menurut Edy tidak menjamin sebuah kehidupan yang lebih baik untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, “dengan usaha tani terpadu yang saya bentuk bersama warga di sini, melepaskan kita dari ketergantungan dengan orang lain dan menciptakan peluang kerja sebagai sumber mata pencarian tetap”, jelasnya.

Saat ini lanjut Edy masyarakat di Desa Ridan Permai ini sudah dimulai usaha kelompok tani ternak sapi, ternak lele system terpal, membuka kebun sayur yang pola pemasaran khusus untuk lele didrop langsung satu penanggungjawab pasar untuk mengisi permintaan masyarakat di Pekanbaru.

Pola pertanian terpadu yang mengikuti program bantuan pemerintah ini masih sangat membutuhkan kerja keras KOPTAN untuk pengembangan kea rah usaha bisnis, “sejauh ini baru tahap cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup petani, menjelang menjadi desa sebagai kawasan pertanian terpadu yang benar-benar dapat menjadi andalan di Kabupaten Kampar seperti halnya di Kecamatan 13 Koto Kampar yang dikenal sebagai penghasil ikan patin”, katanya

Donor Darah Bukti Peduli Sesama

Tanggal Rabu, 27 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG – Tentang kepedulian terhadap sesama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar H Zulher, sepertinya memang sangat pantas dan layak ‘diacungi jempol’. Dalam berbagai acara dan kegiatan, aktivis kemanusiaan yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kampar itu, memanfaatkannya  sebagai momen untuk ‘kampanye kemanusiaan’. Inti pesan; tingkatkan kepedulian terhadap sesama!

Kamis (28/4) siang kemarin, misalnya, ketika memimpin rapat panitia peringatan Hari Pers Nasional dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-65 dimana untuk tingkat provinsi dipusatkan di Bangkinang, pada Kamis (5/5) pekan depan, Zulher mengusulkan agar juga ditaja donor darah massal untuk kalangan wartawan, keluarga wartawan, mitra-mitra media dan masyarakat umum. “Selain untuk kesehatan, mendonorkan darah merupakan diantara bukti terjalinnya rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama,” kata Zulher.

Usulan Zulher, terang saja disambut baik para pengurus PWI Cabang Riau dan PWI Perwakilan Kampar yang hadir.  Mewakili unsur wartawan, Ketua PWI Riau H Denni Kurnia dan Ketua Serikat Pernerbit Suratkabar (SPS) Riau H Syafriadi, mengungkapkan, donor darah memang perlu dilakukan insan pers sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. “PWI sangat mendukung. Kita akan ajak para insan pers di Riau untuk mendonorkan darahnya sempena HPN dan HUT PWI,” kata Denni Kurnia. “Kita akan dirikan Posko untuk kegiatan donor darah. Sehingga, selain kalangan pewarta, masyarakat umum dan pegawai instansi pemerintah dan perusahaan juga dapat berpartisipasi,” timpal Syafriadi.

Menurut Zulher, wujud kepedulian terhadap sesama memang tidak hanya dengan mendonorkan darah. Tapi juga bisa dilakukan dengan bermacam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. “Sekecil apapun kepedulian yang diberikan terhadap sesama, teramat sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang memang membutuhkan kepedulian,” kata H Zulher.

Zulher mengungkapkan, pernyataan bijak yang mengatakan bahwa setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia, sangat benar adanya. “Bagi mereka yang sehat, agar dapat memberikan tetesan darahnya melalui donor darah sukarela. Darah yang disumbangkan akan membantu mengurangi korban meninggal dalam bencana. Tak sebatas itu, sangat banyak pasien di rumah sakit, yang memerlukan bantuan darah,” ungkap Zulher. Untuk itu, kesadaran donor darah memang perlu terus ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.

Kamis (28/4) pagi kemarin, selaku Ketua PMI Cabang Kampar, Zulher juga melantik empat pengurus PMI kecamatan di aula Kantor Camat Bangkinang. Prosesi pelantikan dikombinasikan dengan donor darah. “PMI kecamatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat kecamatan dan desa,” ungkap Zulher. Keberadaan PMI kecamatan, sebut Zulher, sangat penting dalam mencari, membina, dan melestarikan donor (donor recruitment).

Diantara tugas dan fungsi PMI kecamatan adalah melakukan kaderisasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Suka Rela (KSR) dan Tenaga Suka Rela (TSR) secara menyeluruh dan berkesinambungan. “Ruang lingkup dan medan pengabdian PMI akan terus bertambah dan berkembang sejalan dengan timbulnya permasalahan-permasalahan baru di tengah masyarakat,” terangnya.

Zulher mengharapkan para aktivis kemanusiaan terutama pengurus PMI agar mampu menjadi garda terdepan dalam penanggulangan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Mulai dari kelompok rentan (vulnerable), yakni masyarakat miskin, korban tindak kekerasan dalam rumah tangga, korban kecelakan dan bencana, serta upaya menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah.

Selama 4 Hari, 48 Siswa UAN MTS Mualimin Dikarantina

Tanggal Rabu, 27 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG,-- Untuk menghasilkan hasil ujian akhir semester  yang  lebih baik, maka 40 siswa UAN Mts Mualimin Bangkinang dikarantina selama 4 hari.

“Sebanyak 48 siswa peserta UAN dikarantinakan di Asrama Putra dan Putri Mualimin Bangkinang selama empat hari terhitung 25 sampai 28 April, dimana siswa sudah dating di Mualimin sejak Ahad (24/4) lalu yang diantar langsung oleh orang tua murid masing-masing”, demikian disampaikan Kepala Sekolah Mts Mualimin Bangkinang Rama Komina, Spd didampingi  Fardiansyah, Spd Kamis (28/4) kemarin.

Dari 48 siswa itu terdiri dari 32 perempuan dan 16 siswa laki-laki dimana siswa perempuan diinapkan di asrama putri yang terdiri dari dua lantai dan untuk siswa laki-laki diinapkan di asrama laki-laki yang cuma satu lantai. Masing-masing kamar diisi sebanyak 4 orang siswa begitu juga dengan laki-laki.

Hal ini dilakukan kata Fardiansyah demi meningkatkan hasil ujian yang lebi baik dan untuk lebih mematangkan persiapan dalam menghadapi ujian dan menjawab semua pertanyaan yang menjadi materi UAN, “awalnya ide ini saya sampaikan dalam rapat dengan orang tua murid, alhamudilillah orang tua murid menyambut baik dan menyetujui anak-anak mereka di asramakan atau dikarantina di asrama Mts Mualimin Bangkinang agar lebih konsentrasi belajar”, kata Fardiansyah.

Sebelum menghadapi Ujian guru-guru memberikan materi pelajaran yang diperkirakan dapat memudahkan siswa dalam mengisi soal-soal UAN, dengan memberikan pengayaan kembali sehari sebelum dilaksanakan UAn dengan materi pelajaran per bidang dengan jadwal kegiatan yang disusun berdasarkan kesepakatan orang tuan dengan murid.

Dari jadwal yang disusun, setelah siswa diantar oleh orang tuanya masing-masing, siswa sholat ashar bejamaah, kemudian dilajutkan dengan pembahasan soal UAN dan TO Bahasa Indonesia. Setelah istirahat pada pukul 19.30 WiBdilanjutkan dengan tilawah Al Qur’an, sholat isya berjamaah kembali ke ruang belajar membahas soal bahasa Indonesia , istirhata tidur kemudian pukul 21.00 Wib dilanujutkan dengan tilawah al quran pada subuh hari pukul 04.30  dan sholat subuh berjamaah. Jadwal rutin itu dilaksanakan selama 4 hari,  papar Fardiansyah.

Lebih lanjut Fardiansyah mencontohkan setiap hari selama 4 hari itu, siswa diberi materi pelajaran, sesuai dengan materi bidang yang akan diUAN kan, misalnya hari Senin (25/5) lalu, bidang pelajaran yang di UAn kan adalah Bahasa Indonesia, maka materi yang dibahas  di asrama selama siswa diasramakan itu pada hari minggu adalah bahasa indoenesia. Begitu juga hari Selasa (26/4) sehari sebelumnya  diberi materi Matematika”, begitu selanjutnya.

Fardiansyah menerangkan bahwa materi yang dibahas kepada siswa sebelum dilaksanakan UAn itu adalah soal-soal yang sudah dimodifikasi dari setiap tahun dilaksanakannya UAN yang terdiri dari soal UAN sejak tahun 2004 sampai sekarang yang diprediksi dapat membantu memudahkan siswa menjawab semua soal-soal yang UAn pada saat sekarang ini dengan baik.

“materi yang diberikan bukanlah bocoran soal dari UAn tersebut, sifatnya hanya prediksi soal dan soal UAN itu sudah terjamin keamannya oleh pihak kepolisian, setiap hari sejak Senin (25/4) itu guru mengambil paket soal UAn di kantor Polsek Bangkinang kota”, jelasnya lagi.

Panitia HPN, PWI dan KapolRes.Dandim Silaturahmi

Tanggal Selasa, 26 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG,--  Segenap wartawan yang tergabung dalam kepanitiaan HPN dan HUT PWI ke 65 menggelar silaturahmi dengan Kapolres Kampar dan Dandim WB 0313 KPR di Pondok Pancing Salo.
Dalam silaturahmi itu Ketua PWI Kampar Marhaliman menyampaikan bahwa pertemuan itu tidak lain sebagai perkenalan semua wartawan kepada dua unsur muspida yang sama-sama baru menjabat yaitu Kapolres AKBP Tri Santoso dan Dandim Letkol Amrullah di Kampar.
Marhaliman mengatakan bahwa wartawan adalah mitra dalam bekerja karena itu diawal menjabat perlu saling mengenal,"tak kenal maka tak sayang", kata Marhaliman.
Kabag Humas Pemdakab Kampar Nasruni SIP mengatakan bahwa pentingnya silaturahmi tersebut untuk membangun kerjasama yang baik dengan media selaku mitra kerja dimana pemdakab Kampar juga telah menjalin hubungan dengan berbagai media yang ada dan terhadap 67 orang wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kampar.
Dandim KPR, Amrullah menyampaikan kesan pertamanya saat  sertijab di Balai Bupati Kampar beberapa hari yang lalu yang disambut dengan massa yang demo tentang pasar.
Dandim juga menyampaikan bahwa Dandim butuh wartawan, maka perlu dipererat silaturahmi, "saya terbuka 24 jam untuk silaturahmi dengan wartawan, harapan saya kita harus  komunikasi dan kemunikasi" jelasnya.
Kapolres Kampar, Trio Santoso juga menyebutkan bahwa sebelumnya pernah di Polda Riau mengharapkan dapat menjalin hubungan timbal balik dengan wartawan dengan saling menghormati tugas masing-masing.
Hadir dalam acara itu seluruh anggota panitia HPN dan HUT PWI Riau, Wakapolres Kampar, Alpen dan Kabag Ops, Kasat Lantas J Wahyudi Kasubag Humas Polres Kampar AKP H  Khodirin SH MH dan sejumlah anggota Polres Kampar. Kasubag Humas Syafirzal, Syamsul Bahri

Masih Ada Dusun Ditengah Kota Bangkinang Tanpa Aliran Listrik

Tanggal Senin, 25 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Dusun III Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang mendambakan adanya aliran listrik meskipun sudah berkali-kali mengusulkan ke Pemdakab Kampar dan PLN Ranting Bangkinang.

Hal itu disampaikan, Edy Paryitno didampingi RW Dusun III Suhardi Selasa (26/4) kemarin yang ditemui di kediamannya, “kami sudah dua kali membuat proposal permohonan pemasangan jaringan dan arus listrik ke dusun kami ke Distamben dan PLN Bangkinang, namun sampai hari ini belum ada jawaban pasti”, ujarnya

Dikatakan Edy bahwa warga yang memerlukan aliran listrik itu sebanyak 40 Kepala Keluarga, semuanya sudah didata, hanya saja apa yang menjadi persoalan kami belum tahu hingga sekarang belum dialiri listrik juga.

Dari Distamben memang sudah ada pengukuran, listrik untuk jaringan namun sampai saat ini belum terealisasi, “dalam waktu dekat ini kami kembali akan mempertanyakan kembali kepada Distamben dan PLN agar dusun kami segera mendapatkan penerangan”, jelasnya.

Selain membuat usulan pemasangan jaringan ke Distamben lanjut Suhardi kami sudah menyampaikan tembusan surat usulan itu ke DPRD Kampar, Bupati Kampar dan Bappeda, namun hal itu tidak ada titik terangnya.

“Saat ini warga Dusun III memakai penerangan dari mensin genset dua unit untuk mengaliri 12 rumah dimana masing-masing membayar kepada pemilik mesin genset Rp120 ribu per bulan per Kepala Keluarga.

Warga Dusun III Ridan Permai Tidak Dialiri Listrik

Tanggal Senin, 25 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Dari 4 dusun yang ada di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang salah satunya adalah Dusun III sampai saat ini belum dialiri listrik yang sangat didambakan warga sebab kehidupan dan usaha masyarakat sangat tergantung pada listrik.

Kondisi itu diketahui dan disampaikan Kepala Dusunnya Mursidi kepada anggota DPRD Kampar dapil 5 Wakil Ketua DPRD Kampar Hj Eva Yuliana Jefry saat melakukan reses di kelompok tani di Desa Ridan Permai Senin (25/4) kemarin.

Selain permasalahan listrik, ada dua hal yang menjadi permasalahan penting yakni masalah Pertanian dan masalah Infrastruktur.

Edy Sutrisno selaku Ketua Kelompok Gapoktan di Desa Ridan ini juga menyampaikan perlunya pembinaan di bidang  pertanian, perikanan dan peternakan karna masayrakat mayoritas adalah petani, “masyarakat sekarang memelihara sapi, budi daya lele sistim kolam yang memakai terpal yang masih perlu pembinaan dan peningkatan usaha dari Dinas terkait sebab usaha kami ini baru skala usaha keluarga agar dapat diarahkab kepada usaha komersial”, jelas edy.

Disisi lain, dari kelompok kaum ibu juga menyampaikan usulan dan permintaan dari kelompok Rebana yang minta bantuan alat rebana dan pakaian seragam, ada kelompok juga usaha Bordir minta bantuan mesin jahit listrik.

Menanggapi permasalahan dan usulan warga Dusun III Desa Ridan Permai itu, Hj Eva Yuliana mengatakan bahwa persoalan listrik akan disampaikan kepada pihak Pemda Kampar. Eva sangat prihatin karena dari empat dususn yang ada di Desa Ridan ini hanya dusun ini yang belun dapat aliran listrik.

Menurut Eva masalah pertanian akan dikoordinasikan kepada dinas yang bersangkutan, sebab dari usaha petani ini masih sangat memerlukan bantuan untuk ditingkatkan.

Eva Yuliana berjanji akan memberikan bantuan satu set alat rebana dan 13 stel pakaian seragam dan untuk bantuan alat border Eva menyarankan kepada kaum ibu tersebut dapat mengajukan permohonan kepada pemdakab Kampar.

Dipenghujung acara reses yang di hadiri sekitar 70 orang warga itu, Eva Yuliana menyerahkan bantuan untuk pembelian bibit sayuran yang diserahkan langsung kepada kepala dusun tiga dan langsung mengunjungi rumah warga dan usaha taninya warga tersebut juga kemudian langsung meninjau dua buah mesjid yang terbangkalai di Desa Ridan Permai ini.

Diduga Stress, Warga Kuansing Ditemukan Tewas Tergantung

Tanggal Senin, 25 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

SIAK HULU --  Jajaran kepolisian Polsek Siak Hulu, Senin (25/4) ditemukan sesosok mayat laki-laki yang diidentifikasi diketahui bernama Nuryanto (28) yang bekerja sebagai buruh warga berlamat di RT 8 RW 4 Jalan Yos Sudarso Kecamatan Taluk Kuantan Kuansing tergantung dengan ikat pinggang dibawah jembatan di Jalan Raya Perhentian Raja Taluk KUantan.

Hasil identiikasi pihak kepolisian disampaikan Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso melalui Kasubag Humas Polres Kampar AKP H Khodirin SH MH didampingi Kapolsek Siak Hulu AKP H.JASMADI menyebutkan bahwa kronologis kejadian itu terjadi pada hari Minggu (24/4) korabn bersama temannya bernama Suharyanto warga Jalan A Yani Desa Langsat Kecamatan Benai Kuansing jalan-jalan ke Pekanbaru dengan menggunakan mobil kijang milik Suharyanto.

Bersama korban dan Suharyanto turut serta Kades Langsat Hulu Kuansing, Winardi dengan menggunakan mobilnya sendiri bersama temannya, Yatino untuk membeli mobil di Pekanbaru . Setelah selesai jalan-jalan di Pekanbaru, maka pada Snein (25/4) pukul 19.30 Wib korban dan Suharyanto pulang dari Pekanbaru menuju Teluk Kuantan diiringi Kades Langsat Hulu dari belakang.

Dilanjutkan Khodirin, dalam perjalanan pulang ke Kuansing sekitar pukul 21.30 Wib korban mengeluh dan mengatakan “tidak guna hidup” dan saat bersamaan itu yang kebetulan jalannya mobil tidak terlalu laju hanya berkisar 40 km/jam korban loncat dari mobil dan korban melarikan diri sehingga tidak dapat dikejar oleh Suharyanto.

Suharyanto bersama Kades dan Yatino melakukan pencarian terhadap korban namun tidak ditemukan , kemudian pada pukul 22.30 Wib korban dityemukan jadi mayat dalam keadaan tergantung dengan ikat pinggang dibawah jembatan di Jalan Perhentian Raja Teluk Kuantan dan selanjutnya Kades, Winardi melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Perhentian Raja untuk pengusutan lebih lanjut

Petugas kepolisian yang menerima laporan itu melakukan evakuasi ke lokasi kejadian dan melakukan pengusutan untuk mengetahui penyebab kematian kroban dengan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk diotopsi pada hari ini Selasa (26/4) pukul 11.00 Wib, jelas Khodirin

Penyidik Polsek Siak Hulu bersama Sat Reskrim Polres Kampar melakukan penyelidikan di TKP melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut yakni terhadap Suharyanto, Winardi, Yatino dan saksi-saksi lain, jelas Khodirin.

Soal Dana Bazda Raib Rp 1 Milyar Syahrul Aidi Bantah “Itu bukan Periode Saya”

Tanggal Ahad, 24 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG,-- Mantan Ketua Badan Amil Zakat (BAZDA) Kabupaten Kampar yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Kampar dari Fraksi PKS membantah keras soal pemberitaan koran harian terbitan pekanbaru yang diterbitkan pada Senin 25/4 kemarin soal raibnya dana Bazda Kampar sebesar RP 1 Milyar hasil temuan Bawasda Kampar.

Syahrul Aidi sangat keberatan terhadap periodesasi jabatan yang tertulis dalam berita tersebut yang disebutkan permasalahan keuangan Bazda semasa tahun 2006 sampai tahun 2009, “saya menjabat sebagai Ketua Bazda Kampar itu terhitung tahun 2007 sampai dengan Februari 2009”, tegas Syahrul.

Sedangkan setelah saya, Bazda dijabat oleh Bakri Hasyim terhitung Maret 2009 sampai Oktober 2010 yang digantikan oleh Sarjanis Muchtar, “setahu saya pada saat serah terima jabatan dari Bakri Hasyim ke Sarjanis Muchtar yang bermasalah, adanya selisih paham dimana dalam laporan katanya ada dana sebanyak Rp1 milyar, kenyataannya tidak ada, maka Ketua yang baru Sarjanis tidak terima, maka hal ini dilaporkan ke Bawasda dan bagaimana hal sebenarnya terjadi saya tidak tahu sebab semasa saya menyerahkan jabatan ke Bakri Hasyim tidak ada masalah”, demikian dijelaskan Syahrul .

Syahrul Aidi sangat menyayangkan adanya kesahalan dalam menulis periodesasi kepengurusan tahun 2006-2009 tersebut, “gara-gara salah tulis periodesasi, saya dicap oleh orang yang tidak benar”, ucap Syahrul bernada kesal.

Lebih lanjut Syahrul Aidi menegaskan, “sebelum saya berhenti dari Ketua Bazda, saya sudah mencocokkan laporan staf penerima setoran dana zakat terhadap pembukuan bendahara umum Bazda, pada saat itu tidak ada masalah apa-apa, pembukuannya cocok”, jelasnya lagi.

Selain itu saya sudah menyerahkan buku kas kepada Ketua Bazda saat itu Bakri Hasyim dan semua kegiatan retribusi zakat dilakukan semua, “kalau ada masalah antara Bakri Hasyim dengan Sarjanis MUkhtar jangan membawa-bawa saya”, pinta Syahrul lagi.

Staf Bazda penerima setoran zakat dari instansi/dinas/badan semasa Syahrul Aidi yang dihubungi mengakui bahwa benar dirinya sudah menyesuaikan laporan penerimaan keuangan zakat dengan bendahara umum, Nurjanah “setahu saya tidak ada masalah keuangan”, ucap mantan staf Bazda yang tidak ingin namanya diespos ini.

“Saya memang ditugasi menerima setoran zakat dari dinas/instansi/badan dan lainnya itu berdasarkan hasil musyawarah Bazda membantu bendahara, tetapi hanya sebatas menerima dan melaporkan ke bendahara, saya tidak memiliki hak dan kewenangan menggunakan dana tersebut”, jelas staf ini.

Menjawab wartawan, mantan staf Bazda ini mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan dana Rp 1 milyar yang jadi temuan Bawasda itu, sebab saya tidak ikut membukukan, Cuma menerima setoran zakat dan melaporkan serta menyerahkan kepada bendahara, hanya itu tugas saya”, ucapnya.

Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, Kesehatan Terganggu

Tanggal Ahad, 17 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

Bangkinang,--  Akibat kebakaran hutan dan lahan menimbulkan asap dan polusi udara yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusis, maka perlu dilakukan upaya penanggulan atau mengurangi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kampar H. Teguh Sahono pada pembukaan Pelatihan Fasilitator kebakaran hutan dan lahan di di wisma Nirwana Jl. Datuk Tabano Bangkinang senin, (18/4).

Teguh menambahkan selain kerugian ekonomi, belum dihitung kerugian akibat terjadinya erosi karena tanah 20 sampai 30 kali lebih peka dibandingkan dengan daerah hutan yang tidak terbakar, terjadi percepatan perubahan iklim global.

Disamping itu kerugian tidak langsung akibat hilangnya habitat satwa dan erosi berbagai bibit benih tumbuhan dan fauna di lantai hutan, mempercepat hilangnya biomassa lantai hutan mempercepat proses pencucian hara tanah, terjadinya banjir di daerah yang hutan gambutny terbakar, dan polusi udara dan air.

Teguh berharap para Fasilitator sebagai penyebar informasi dari pemerintah dan dinas kehutanan di Kabupaten Kampar bisa menerapkan berbagai pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan  di masing masing Kecamatan.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar Ir  Asril Astaman menyampaikan acara pelatihan tersbut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari (18-20 April 2011). Yang diikuti para wakil dari 10 Kecamatan se kabupaten Kampar sebanyak 30 orang dengan tujuan untuk meningkatkan komunikasi dan dapat memotifasi masyarakat agar ikut serta dalam penaggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Karyawan ABG Rumah Makan Salero Cabuli Bocah 7 Tahun

Tanggal Sabtu, 16 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar
BANGKINANG, -- Ahad (17/4) kemarin sekitar pukul 15.00 Wib di rumah makan Salero Air Tiris kecamatan Kampar telah terjadi aksi pencabulan yang dilakukan oleh karyawan Rumah Makan Salero yang masih ABG  berusia 17 tahun yang diketahui bernama Indra.
Kejadian itu sontak membuat warga sekitar gempar, sebab korbannya adalah anak dibawah umur (7 tahun) siswa SD warga Desa Penyasawan Air Tiris Kecamatan Kampar. Kejadian itu di mulai ketika  tersangka INDRA sedang nonton TV di dalam rumah makan Salero kebetulan pada saat itu rumah makan tidak jualan. tiba-tiba  datang korban  masuk ke rumah makan Salero dan duduk dibangku, sedangkan Tsk berbaring di kasur lantas korban ikut berbaring tepatnya disamping Tsk, melihat hal itu Tsk timbul Napsu Sahwatnya selanjutnya Tsk meraba-raba kemaluan korban dan memasukan jari kedalam kemaluan.
Aksi itu terus berlanjut, dimana korban yang masih sangat belia, tidak tau jika nasib masa depannya akan direnggut oleh anak ABG tersebut, Indra yang mulai naik libidonya ini  membuka celana dalam korban dan celananya  sendiri, kemudian Indra menghimpit Korban sambil melanjutkan adegan seperti hubungan suami istri, selama kurang lebih 3 menit. Sampai pada nabsu birahinya memuncak dan mengeluarkan cairan Sperma. Terang saja korban yang masih sangat belia itu, merintih kesakitan dan dari  kemaluannya mengeluarkan darah.
Kejadian itu diketahui oleh orang tua korban, dan tidak terima perlakuan tersangka, maka orang tua korban langsung melaporkan kejadian tsbt ke Polsek Kampar Air Tiris, Sesaat setalah diLaporkan Kapolsek Air Tiris AKP MARDIUS bersama Anggota Reskrim Polsek Kampar langsung melakukan penangkapan Tsk di Rumah Makan Salero, dan Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan Penyidik Polsek Air Tiris guna mempertanggung jawabkan perbuatannnya.
Demikian disampaikan Kapolres Kampar, AKBP MZ Muttaqien, Sh SIk melalui Kasubag Humas AKP H Khodirin SH MH, Senin (18/4) kemarin.

Peminat SMAN 1 Bangkinang Seberang Terus Meningkat

Tanggal Ahad, 24 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Jumlah pelajar yang berminat untuk menjadi siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi motivasi bagi jajaran SMAN 1 Bangkinang Seberang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tinggi Animo Masyarakat Ikuti Pengawas Kecamatan *Panwaslukada Buka Pendaftaran Peserta

Tanggal Ahad, 24 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Setelah dilantik di Jakartta oleh Bawaslu RI beberapa waktu lalu, Panwaslukada Kampar mulai melaksanakan program kegiatan yang ditandai dengan membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi calon Panwaslukada kecamatan se Kabupaten Kampar.

Dibukanya penjaringan calon anggota Panwslukada kecamatan se Kabupaten Kampar tersebut, ditandai dengan diumumkannya pengumuman penerimaan Panwaslukada kecamatan yang telah diumumkan melalaui media massa serta melalaui radio Sport RPDK Bangkinang.

Namun demikian, Anggota Panwaslu juga memberikan informasi lansung kepada masyarakat, terutama masyarakat yang berada dikecamatan yang kemungkinan sulit terjangkau oleh informasi.

Untuk itu Panwaslukada lansung melakukan penempelan informasi pengumuman ke daerah daerah yang dimaksudkan diatas. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Calon Panwaslukada Kecamatan Kabupaten Kampar, Afrijal SH didampingi Yasmin SH, Anggota Panwalukada Kampar kepada wartawan, senin (25/4) di Bangkinang, yang menyebutkan bahwa terobosan ini dilakukan pihaknya untuk membuka peluang seluas luasnya kepada masyarakat yang berminat dan memiliki koptensi untuk mengikuti seleksi tersebut.

Dikatakan Afrijal, hingga saat ini (senin-red) terbukti begitu tingginya animo masyarakat untuk mengikuti proses seleksi ini. ” Kita dapat melihat disaat pengambilan formulir begitu  antusiasnya masyarakat ingin mendaftarkan diri, bahkan dihari pertama ini tercatat sekitar 25 berkas telah dikembalikan kepada panitia”, pungkas Afrijal.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Panwaslukada Kampar, bahwa jadwal pendaftaran ini dibuka sejak tanggal 25 s/d 27 April 2011 ini, sekaligus tanggal 27 tersebut sebagai batas akhir pendaftaran calon anggota Panwaslukada Kabupaten Kampar.

Untuk itu pihak berharap, kepada semua calon Panwaslukada Kampar yang telah mendaftar agar mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi tahap berikutnya mengikuti seleksi tertulis maupun interview yang akan segera digelar oleh Panwaslukada Kabupaten sesuai dengan rayon yang akan ditetapkan kemudian, sebut Afrijal.

Panwaslukada Test Calon Kecamatan di Kabupaten

Tanggal Senin, 25 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Setelah Panwaslukada Kampar  membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi  calon anggota Panwaslukada kecamatan dengan membuka pendafataran sejak 25 s/d 27 April 2011 ini, Panwaslukada Kampar akan melakukan tets tertulis maupun wawancara kepada mereka yang dinyatakan lulus administrasi bahan. Hal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi anggota Panwaslukada Kampar bersama staf panwaslukada Kampar, selasa (26/4) di Bangkinang.

Rapat yang dipimpin Ketua Panwaslu Kampar, Rusidi Rusdan,Sag, yang didampingi Afrijal SH, Yasmin, SH anggota dan Konsultan ahli Panwaslukada Kampar, Mawardi Zakaria, Sag, ini ditetapkan bahwa Test tertulis, senin (2/5) dan test wawancara, selasa (3/5) mendatang.

Ketua Panwaslukada Kampar, Rusidi Rusdan, Sag usai rapat, selasa (26/4) di Bangkinang,  kepada wartawan mengatakan, dibatalknya pelaksanaan tets tersebut dimasing masing wilayah yang sebelumnya sudah ditetapkan  tersebut, disebabkan kerena waktu yang begitu singkat. ”Kita batalkan test dimasing masing wilayah, lantaran singkatnya waktu yang dihadapi sedangkan tugas lainnya masih banyaknya akan dihadapi yang mesti dipersiapkan Panwaslukada Kampar”, ujarnya.

Kendati  demikian sebut Rusdi, walaupun test tertulis maupun wawancara dilaksanakan di ibu kota kabupaten, namun pelaksanaannya dilapangan sebagai penanggung jawabnnya secara admnistrasi tetap menjadi beban dan  tanggung jawab panitia seleksi perwilayah yang sudah ditetapkan tersebut.

Adapun pantia yang bertanggung  jawab dimasing masing wilayah tersebut diantaranya, wilayah I (kecamatan  Kampar, Kampar utara, Rumbio Jaya, Kampar Timur dan Tambang) dengan koordinator Mawardi Zakaria Sag dan  Sri Mardi Turni astuti, SE anggota.

Untuk wilayah II (Kacamatan Tapung, Tapung Hilir dan Tapung Hulu dengan koordinator Yasmin SH dan Dola Reza Putri, S,sos.  Sedangkan wilayah III (Kecamatan Siak Hulu, Perhentian Raja dan Kampar Kiri Hilir) dengan Koordinator Ahmad Zaki, SE,MM dan Martunus Rahmat, Sag anggota.

Sedangkan untuk wilayah IV (kecamatan Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Tengah dan Gunung Sahilan) dengan Koordinator Aprizal SH dan Desi Susanti anggota.  Untuk wilayah V (Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Seberang, Salo, Bangkinang Barat, XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu) dengan koordinator Rusidi Rusdan Sag dengan Anggota Khairuddion Domo.

Khusus untuk kesekretariatan, bagian penerimaan berkas calon dikoordinir oleh Adi Yunal dan efrizon, Desi Susanti dan Nurhikmah anggota. Dan khusus untuk bagian pemeriksaan kelengkapan berkas calon, di koordinir oleh Dela Reza Fahlevy, SH dan  Dela Triana Putri, S,sos, Ratna Rahayu dan zainuddin Anggota.

Rusidi menghimbau kepada seluruh peserta yang mengikuti test panwaslukada kecamatan, agar serius untuk mengikuti test tersebut, karena kelulusan  tergantung kepada kemampuan yang bersangkutan untuk berkompetitif. ”Silakan ikuti test dengan baik, asahlah kemampuan dan pengetahuannya, tiada loby apalagi ini itunya, tegas Rusidi.

Panwaslu Lakukan seleksi Pengawas Kecamatan

Tanggal Selasa, 19 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Dalam rangka pembentukan Panwaslukada Kecamatan se Kabupaten Kampar, berdasarkan SK Panwaslu Kampar No. 03-Kep Tahun 2011 tertanggal 20 april 2011 tentang Pengangkatan Tim Seleksi Calon Anggota Panwaslukada kecamatan se Kabupaten Kampar, Tim Seleksi Calon Anggota Panwaslukada kecamatan se Kabupaten Kampar membuka kesempatan bagi semua pihak yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri.

Hal itu disampaikan Ketua Panwaslukada Kabupaten Kampar, Rusidi Rusdan, SAg yang didampingi Konsultan ahli Panwaslu Kampar, Mawardi, SAg, rabu (20/4) kepada wartawan di Bangkinang yang menyebutkan semua masyarakat yang memenuhi persyaratan memilki kesempartan yang sama untuk mengikuti dan menjadi calon Panwaslukada Kecamatan se Kabupaten Kampar.

Adapun persyaratan tersebut menurutnya adalah Warga Negara Indonesia, usia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang yang berkaitan dengan pengawasan, berpendidikan paling rendah SLTA, berdomilisi di wilayah kecamatan bersangkutan yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk dengan menunjukan KTP asli.

Kemudian  menurutnya calon juga harus mengajukan Surat Lamaran (yang ditujukan kepada Panwaslu  Kampar) dengan dilampiri Photo copy kartu Tanda Penduduk (KPT), Pas photo warna terbaru ukuran 4x6 sebanyak 5 (lima) lembar, Daftar Riwayat Hidup (DRH), Photo copy Surat kenal Lahir/ Akta Kelahiran, Photo copy ijazah paling rendah SLTA yang dilegalisir oleh pejabat berwenang.

Kemudian melampirkan  surat Pernyataan yang ditandatangani di atas materi Rp. 6.000, yang berisi tentang; Setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Surat Pernyataan tidak pernah menjadi anggota partai politik (bagi yang tidak pernah menjadi anggota partai politik); atau surat keterangan dari pengurusan partai politik yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai politik dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir (bagi yang pernah menjadi anggotapartai politik).

Ditambah dengan melampirkan  Surat Pernyataan tidak sedang menduduki jabatan politik, jabatan structural, dan jabatan fungsional dalam jabatan negeri, Surat Pernyataan bersedia bekerja penuh waktu, Surat pernyataan bersedia tidak menduduki jabatan di pemerintahan dan badsan Usaha Milik Negara (BUMN)/ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) selama masa keanggotaan.

“Untuk formulir pernyataan pada point 2.6 dapat di ambil di secretariat Panwaslu Kabupaten Kampar, Jalan Tuanku Tambusai nomor 01 Bangkinang (Samping Kantor Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kampar)”, ujar Rusidi seraya mengataakan Pelamar dapat melampirkan keterangan atau bukti lain yang mendukung kompetensi calon dengan waktu pendaftaran 25 s/d 27 April.

Adapun tim seleksi calon anggota Panwaslakada kecamatan se Kabupaten Kampar ini, Panwasluklada Kampar membagi wilayah/rayon menjadi lima rayon.  Diantaranya wilayah Dapil I dengan Koordinator Tim seleksi Mawardi dan Sri Mardi Astuti, wilayah Dapil II Jasmin SH dan Dela Reza SH, Wilayah Dapil II Ahmad Zaki, SE, MM dan Martunus Rahmat, SAg, Dan Wilayah Dapil  IV Rusidi Rusdan dan Nurhikmah, ujarnya.

Hutan Kampar Alami Degradasi Besar

Tanggal Senin, 18 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Telah diketahui bersama bahwa hutan di Indonesia umumnya dan di Kabupaten Kampar khususnya, telah mengalami degradasi yang semakin besar merujuk pada data Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar yang menunjukkan bahwa kondisi hutan yang kritis mencapai luasan 35.704,72 Ha dari luasan kawasan hutan 497.133,04 Ha.

Demikian dikatakan Sekda Kab. Kampar Drs.H.Zulher,MS dalam sambutannya pada pembukaan acara Alih Teknologi Hasil Litbang Kehutanan Tahun 2011 oleh Balai Penelitian Hutan Penghasil Serat (BPHPS) Kuok di Aula Kantor Bupati Kabupeten Kampar, Selasa (19/04)

Ditambahkan Zulher,MS, kondisi hutan yang kritis tersebut dapat memicu terjadinya bencana alam , seperti benjir, kekeringan, tanah longsor dan bencana lainnya yang menimbulkan kerugian baik material maupun moril, untuk menghadapi persoalan tersebut, perlu adanya suatu usaha untuk menciptakan ilmu, metode serta teknologi yang mampu untuk mengelola ekosistem hutan dengan lebih arif dan bijaksana serta mampu menciptakan hutan yang lestari dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Kegiatan Alih Teknologi Hasil Litbang Kehutanan Tahun 2011 yang mengangkat tema Hasil Litbang Kehutanan Untuk Mendukung Kelestarian Hutan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kampar sangat relevan dengan permasalahan kita dihadapi pada saat sekarang ini, oleh karena itu Pemkab Kampar sangat mendukung kerjasama antara BPHPS Kuok dengan Dinas Kehutanan Kab. Kampar dalam melaksanakan kegiatan ini”. Ujar Zulher.

Drs. H. Zulher,MS berharap bahwa Kegiatan Alih Teknologi Hasil Litbang Kehutanan Tahun 2011 tidak hanya berhenti sampai disini, tetapi diharapkan dapat berlangsung secara kontiniu serta terjalin kerjasama yang saling mendukung untuk menciptakan ilmu, metode serta teknologi yang lebih tepat guna dalam mengelola hutan secara lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BPHPS Ir. Syahrul Donie, M.Si dalam sambutannya menyebutkan bahwa sumber daya hutan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, baik secara ekonomis, sosiologis, ekologis maupun sebagai sistem penyangga kehidupan lainnya yang Selama lebih dari 3 dekade, sumber daya hutan telah menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi nasional maupun daerah, dan telah berkontribusi dalam peningkatan devisa negara, penyerapan tenaga kerja serta telah mendorong pengembangan wilayah.

Ditambahkan Ir. Syahrul Donie, M.Si, Pada akhir-akhir ini harapan pada lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) dalam pembangunan hutan khususnya, semakin dibutuhkan. Banyak hasil-hasil litbang telah dijadikan sebagai bahan pedoman teknis dan juga sebagai bahan masukan pengambil kebijakan. Para pihak percaya bahwa kebijakan pembangunan yang kurang didasari atau didahului oleh kegiatan litbang kurang medapat hasil yang optimal.

Dijelaskan Syahrul, banyak kritikan terhadap lembaga litbang, baik lembaga pemerintah maupun perguruan tinggi, yang menyatakan bahwa hasil-hasil litbang hanya merupakan kebutuhan para penelitinya, hanya ditumpuk di lemari perpustakaan, kurang dipublikasikan ke masyarakat pengguna. Bahkan Bapak Menteri Kehutanan sendiri pernah bilang bahwa litbang harus bisa membumi, harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Walaupun hal itu tidak sepenuhnya benar, fakta lapangan menunjukkan bahwa banyak kebijakan kehutanan yang saat ini dilakukan adalah hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, seperti pengembangan hutan tanaman dll, yang merupakan proses penelitian di masa sebelumnya.

Badan Litbang Kehutanan sesuai dengan Renstranya Tahun 2010-2014, telah menjanjikan bahwa lebih 60% hasil-hasil litbang harus sampai dan dapat dipergunakan oleh masyarakat. Untuk mencapai target tersebut, banyak cara yang telah kami lakukan dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian tersebut ke masyarakat, diantaranya melalui alih teknologi ini dan diharapkan para peneliti BPHPS akan memperoleh umpan balik (feed back) tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat pengguna dan stake holder terkait dengan permasalahan dibidang hutan dan kehutanan, khususnya di wilayah Kampar ini” Ujar Syahrul

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana acara Alih Teknologi Hasil Litbang Kehutanan Tahun 2011 Eddy Syahputra Sitepu,SH dalam laporannya menyampaikan bahwa ada 5 (Lima) Materi yang akan di persentasikan diantaranya Pertama, Agroforestry Tanaman Gaharu dan Meranti dengan Kelapa Sawit dan Pemanfaatan Arang Pelepah Kepala Sawit, Kedua Teknik Induksi Pembentukan Gubal Gaharu, Ketiga Peningkatan Kandungan Karbon dan Potensi Ekonomi REDD Plus pada Agroforestry Sawit-Gaharu, Keempat,Prospek Pohon Jabon Untuk Mendukung Pengembangan Hutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Kampar, Riau, Kelima Prospek Budidaya Tanaman Kulim

Dijelaskan Eddy Sayputra, acara Teknologi Hasil Litbang Kehutanan Tahun 2011 ini kuti oleh 75 peserta yang berasal dari Dinas Terkait, LSM,Para Camat,Para Kepala Desa yang berdekatan dengan lokasi penelitian dan acara ini akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 19-20 April 2011 dengan agenda hari Pertama Presentasi, Diskusi dan Warungisasi bertempat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kampar, Provinsi Riau serta hari Kedua akan dilaksanakan Field Trip/Kunjungan Lapangan bertempat di Plot penelitian agroforestry tanaman gaharu dengan sawit di Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Kab.Kampar Asril Astaman, Kepala Balitbang Jalinus, para camat, serta para undangan lainnya.

Sosialisasi pembangunan Forum Kehumasan

Tanggal Senin, 18 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar
Sekda : Masyarakat Berhak Mendapatkan Imformasi

BANGKINANG- Bupati Kampar Drs.H.Burhanuddin Husin.MM melalui Sekdakab Kampar Drs.H.Zulher.MS mengatakan bahwa dalam dalam era demokrasisasi dan transparansi, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan berbagai informasi dan   pemerintah berkewajiban untuk memberikan apa yang menjadi hak masyarakat tersebut.

Hal tersebut disampaikan Drs.H.Zulher.MS dalam sambutannya pada acara pembukaan sosialisasi pembangunan forum kehumasan yang diikuti para kepala desa dan ketua BPD se Kecamatan Kampar bertempat dihalaman Kantor Camat Kampar Air Tiris kemaren Selasa (19/4).

Dikatakan Zulher bahwa sosialisasi pembangunan forum kehumasan ini, dinilainya cukup baik dilaksanakan, tidak hanya sebagai forum silaturahmi saja, kegiatan ini tentunya dapat pula menjadi forum  informasi berkaitan pelaksanaan kebijakan pembangunan kemasyarakat yang akan, sedang dan telah dilakukan Pemerintah daerah menuju satu tujuan untuk  meningkatkan kesejahteraan dan tarap hidup masyarakat Kabupaten Kampar yang lebih baik.

Keberhasialan pembangunan mustahil dapat terlaksana dengan baik, tanpa didukung dengan partisifasi dan peran aktif segenap komponen masyarakat, oleh karena itu, besarnya arti penting peran serta masyarakat dalam pelaksanaan  pembangunan,  pemerintah selalu berupaya untuk mendorong agar semua pihak dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, sehingga dengan demikian gerak pembangunan disegala bidang dapat dilaksanakan dengan baik.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Setda Kampar Nasruni.SIP.MSi dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi pembangunan forum kehumasan ini dilaksanakan sejalan dengan tugas dan fungsi Humas berdasarkan peraturan Bupati nomor 16 tahun 2008 tetang tugas dan funsi humas untuk menyampaikan informasi kebijakan pembangunan kepada masyarakat.

Kabag Humas mengharapkan,  kegiatan ini ada dapat memberikan, informasi pembangunan secara langsung kepada masyarakat, secara langsung baik dalam bentuk Tanya jawab masyarakat kepada Bupati maupun melalui pemaparanm yang disampaikan dinas teknis yang ditunjuk sebagai narasumber.

Dengan demikian  informasi kebijakan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah  dapat sampai kepada masyarakat terendah sekalipun, karena  para peserta  diyakini s merupakan perwakilan dari masyarakat dan pemerintah desa  yang ada di Kabupaten Kampar, dan  kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan diseluruh Kecamatan  se kabupaten Kampar

Bupati Pimpin Rapat Persiapan HPN

Tanggal Senin, 18 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Kabupaten dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI Riau ke 65 tahun 2011. Kepastian acara berivent tingkat provinsi Riau itu ditandai dengan digelarnya rapat gabungan PWI Riau, Pemda Kampar dan para pengurus dan anggtoa PWI perwakilan Kampar yang digelar Selasa (19/4) di lantai 3 kantor Bupati Kampar.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM itu, juga dihadiri oleh para asisten, kepala dinas instansi dan kepala bagian dan unit di lingkungan Pemkab Kampar, serta ketua dan pengurus PWI Riau.

Dalam rapat yang berkembang, diungkapkan Bupati tentang kesiapan Kampar memfasilitasi dan mendukung acara puncak insan pers tersebut yang akan dihadiri oleh ketua PWI pusat beserta para petinggi PWI dan dewan pers Nasional seperti Bagir Manan SH. serta tokoh nasional lainnya.

Disebutkan bahwa hari puncak Hari pers Nasional itu akan diisi dengan kegiatan gerak Jalan Santai dengan hadiah utama 2 unit sepedamotor yang dipusatkan di Lapangan pelajar Bangkinang, dialog interaktif dengan nara sumber Bagir Manna SH dewan pers nasional, dan malam resepsi yang dipusatkan di halaman kantor Bupati di jalan lingkar.

‘’Semua agenda acara tersebut direncanakan akan dihadiri dan diikuti oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal bersama Kapolda Riau,’’ ungkap Bupati dalam  menanggapi eskpos dan pengantar ketua PWI Riau.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana Nasruni SIP yang juga Kepala Bagian Humas Setda Kampar, menyampaikan bahwa segala persiapan acara akbar itu sudah dimulai dengan pemasangan baliho dan spanduk sosialisasi di sejumlah titik di Kabupaten Kampar.

Bukti kesiapan Pemda Kampar mendukung acara ini, adalah dengan dilibatkannya para pegawai dan pejabat Kampar dalam kepanitiaan acara dengan tugas dan tanggungjawab yang cukup jelas dan terukur. Ini merupakan salah satu bukti konkrit kemitraan yang terbangun dengan baik selama ini antKR ara Ppemkab Kampar dengan insane pers di segala tingkatan.,’’ ujar Nasruni

Cuaca Ekstrim Picu Karhutla

Tanggal Senin, 11 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar
*BLH Bina MPA Kecamatan Dan Desa

BANGKINANG- Masih tak menentunya kondisi cuaca saat ini yang cendrung terjadinya perobahan suhu udara ekstrim, menyebabkan pemerintah kabupaten Kampar siaga penuh dalam penanggulangan bencana, terutama dampak cuaca ekstrim terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kampar.

Lomba Adiwiyata Tk Nasional

Tanggal Ahad, 10 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Setelah lolos diverifikasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar, dan lolos verifikasi BLH Riau, Akhirnya SMA Negeri I Siak Hulu kabupaten Kampar bersama SMAN I Pekanbaru Mewakili Riau untuk bertarung pada perlombaan Adiwiyata di Tingkat Nasional.

Pelanggaran DPC PDIP Kampar Akan Di Follow Up DPD

Tanggal Sabtu, 09 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Rencana akan dilakukan pembekuan dan pembubaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Kampar karena diduga telah banyak terjadi pelanggaran AD/ART dan juga dinilai telah mengangkangi Ketetapan DPP PDIP dalam waktu dekat akan di follow up oleh DPD PDIP Riau.

Bangun 15 Pasar Tanpa Gejolak, Wali Kota Solo Pro Pedagang

Tanggal Sabtu, 09 April 2011 17:00 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- pembangunan Plaza Bangkinang sampai hari ini masih menimbulkan Pro kontra, dimana menurut pedagang pemdakab Kampar memaksakan investor membangun pasar sementara pedagang meminta pemdakab Kampar dengan dana APBD Kampar.

Bawaslu Lanjutkan Seleksi Panwas Pemilukada Kampar

Tanggal Jum'at, 08 April 2011 02:11 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melakukan seleksi lanjutan untuk menentukan tiga orang yang akan bertugas sebagai Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Kampar tahun 2011.

Diduga Stress, Ikan Di Waduk PLTA Koto Panjang Banyak Mati

Tanggal Jum'at, 08 April 2011 02:05 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG – Sejumlah petani ikan di waduk PLTA mengeluh karena sejak dua bulan terakhir karena ikan merkea banyak yang mati, diduga karena mengalami stres dan juga karena penyakit ikan yang disebabkan perubahan suhu air.

Terkait Ajaran Salman Varisi Sebarkan Majelis Taklim Fardu ‘Ain

Tanggal Jum'at, 08 April 2011 02:04 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar
Hari Ini, MUI Akan Panggil Salman Varisi, 12 Saksi Telah Dipanggil

BANGKINANG, -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar akan memanggil Salman Varizi pada Jumat (8/4) hari ini untuk dimintai keterangan terkait ajaran Majelis Taklim Fardu "Ain yang sebelumnya sempat mengheboskan masyarakat di Kecamatan 13 Koto Kampar beberapa waktu lalu.

Polres Kampar Bantah Wakapolres Ajak Perang Satpol PP

Tanggal Kamis, 07 April 2011 08:08 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Pasca bentrok antara dua satuan Polres Kampar dengan Satpol PP yang terjadi pada Rabu (6/4) kemarin suasana kembali normal, namun beredarnya informasi tentang adanya tantangan dari Wakapolres Kampar mengajak Kakansatpol PP Perang dibantah.

Bantu Petani, Disnak Terapkan Siska Kucuran APBN

Tanggal Rabu, 06 April 2011 08:43 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Dalam upaya meningkatkan ekonomi dan tarap hidup petani, serta meningkatkan produksi hasil pertanian dan peternakan secara simbang di Kabupaten Kampar, Dinas Peternakan menerapkan system integritas sapid an kelapa sawit (siska) melalui kucuran dana APBN tahun 2011 ini.

Ditemukan 10 Hotspot, BLH Terus Lakukan Koordinasi

Tanggal Selasa, 05 April 2011 08:04 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Memasuki musim panas yang ditandai dengan semakin tingginya suhu udara setiap tahunnya di Riau menjadi suatu ancaman terhadap kebakaran hutan dan lahan termasuk wilayah Kampar.

Pedagang Minta Jaminan Keamanan Si Jago Merah

Tanggal Selasa, 05 April 2011 08:03 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Senin (4/4) kemarin Pedagang Pasar Inpres Bangkinang kembali heboh dan mendatangi gedung DPRD Kampar, menagih janji Komisi I DPRD Kampar (28/3) lalu yang merekomendasikan pembangunan Plaza Bangkinang ditunda sebelum ada kesepakatan dan meminta agar jaminan keamanan pedagang dari ancaman kebakaran.

Teguh Sahono : “Ajari Anak Mandiri, Kalau Sudah Kaya,Jangan Lupa Ketika Miskin!!”

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:46 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Siapa yang tidak ingin hidup kaya dan berkecukupan, siapa yang ingin anak keturunan mengalami kehidupan miskin, namun ketika sudah kaya maka jangan lupa dulu pernah miskin, sehingga anak keturunan dimanjakan diluar kewajaran dengan hidup berpoyah-poyah.

Keberhasilan Pembangunan Tidak Cuma Diukur dari Bangunan Fisik

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:45 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Secara kasat mata orang sering mengartikan bahwa keberhasilan pembangunan itu hanya dapat dilihat dari seberapa banyak dan seberapa megah sebuah pembangunan yang sudah direalisasikan.

Bupati Akui Masih Ada Aparatur Tidak Disiplin

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:44 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- BUpati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM mengakui dalam konteks penilaian terhadap peningkatan kinerja aparatur Pemerintah Kabupaten Kampar masih ada aparatur yang tidak disiplin dan belum menjalani tugas dan fungsinya.

Realisasi Pasar Modern, Perlu Ketegasan Bupati

Tanggal Senin, 04 April 2011 01:25 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG- Masih tersendatnya realisasi pembangunan pasar raya Bangkinang sebagi upaya pemerintah daerah mewujudkan Pasar modern di ibu kota Kabupaten Kampar, hingga saat ini masih diewarnai pendapat pro kontra ditengah masyarakat.

Zulher Berpeluang Besar Menangkan Pilkada Kampar

Tanggal Sabtu, 02 April 2011 07:59 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar

BANGKINANG, -- Suhu politik di Kabupaten Kampr semakin hangat, semua pihak turut ambil bagian memberikan pandangan dan pendapat tentang siapa yang bakal memimpin Kabupaten Kampar ke depan, bahkan ada yang menilai bahwa Sekdakab Kampar Drs H Zulher MS yang memiliki kans besar untuk memenangkan pilkada Kampar 2011.

You are here:   Home