BANGKINANG -Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Tapung Hulu. Pasalnya jalan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat Tapung Hulu dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Keinginan Masyarakat Tapung Hulu tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Tapung Hulu Jasnita Tarmizi kepada www.kamparkab.go.id, “Dari sekian banyak sektor pembangunan, maka pembangunan infrastruktur terutama jalan merupakan yang paling prioritas,” jelas Jasnita yang baru saja mengikuti Musrenbangcam untuk tahun 2013, tingkat kecamatan Tapung Hulu.
Dikatakan Jasnita bahwa sebahagian besar warga Tapung Hulu bermata pencaharian pertanian terutama disektor perkebunan sawit. “Perkebunan sawit tidak akan bernilai kalau tidak didukung oleh akses jalan, oleh sebab itu jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, rencana pemerintah Kabupaten Kampar untuk mencetak lahan sawah seluas 250 ha di Danau Lancang juga harus didukung oleh akses jalan yang refresentatif. “Sawah itu juga tidak akan bernilai kalau tidak didukung sarana jalan,” ujar Jasnita yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kampar.
Diakui Jasnita bahwa dalam Musrenbangcam di Tapung Hulu, memang disepakati pembangunan jalan menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan sektor lain. “Sektor lain juga penting, seperti pendidikan, kesehatan, listrik dan sebagainya,” akuinya.
Salah satu ruas jalan yang paling prioritas saat ini adalah ruas Jalan Sukaramai-Danau Lancang. Panjang ruas jalan tersebut 55 KM. 20 KM diantaranya jalan Provinsi Riau dan 35 KM diantaranya jalan Kabupaten.
Jasnita berharap perbaikan ruas jalan ini bisa dimasukkan dalam anggaran tahun 2013. Baik di APBD Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau. “Ruas jalan tersebut sebahagian merupakan jalan Kabupaten dan sebahagian lagi merupakan jalan Provinsi, makanya kita berharap pembangunan dan perbaikan jalan ini masuk di kedua APBD, (APBD Kampar dan APBD Riau,” ujarnya.
Ia mengaku tidak sepakat ketika muncul ide agar status jalan Provinsi diturunkan menjadi jalan Kabupaten dengan ;pertimbangan untuk memudahkan masuk dalam APBD Kampar. “Biar sebahagian jalan itu (ruas Sukaramai-Danau Lancang, red) menjadi jalan Provinsi sehingga bisa dibangun dengan dana Provinsi, akan menjadi tugas kita bersama memperjuangkan di APBD Provinsi, kalau status jalan diturunkan itu artinya kita mundur,” ujarnya.
Jasnita merasa sudah saatnya, Tapung Raya untuk mendapatkan porsi APBD yang lebih besar baik di APBD Kabupaten maupun di APBD Provinsi, mengingat Tapung merupakan wilayah penyumbang DBH terbesar. “Tapung penghasil migas terbesar di Riau, sudah saatnya Tapung mendapat porsi yang lebih besar,” ujarnya (*)