Tanggal 22 February 2012 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar
Print
BANGKINANG -Pembangunan infrastruktur jalan  merupakan  salah satu  prioritas pembangunan di wilayah  Kecamatan Tapung Hulu. Pasalnya  jalan merupakan kebutuhan yang sangat  vital bagi masyarakat Tapung Hulu dalam upaya meningkatkan ekonomi dan  kesejahteraan masyarakat.
 
           Keinginan Masyarakat Tapung Hulu tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Tapung Hulu Jasnita  Tarmizi kepada www.kamparkab.go.id, “Dari sekian banyak sektor pembangunan, maka pembangunan infrastruktur  terutama jalan merupakan yang paling prioritas,” jelas Jasnita yang baru saja mengikuti Musrenbangcam untuk tahun 2013,   tingkat kecamatan  Tapung Hulu.
 
            Dikatakan  Jasnita  bahwa  sebahagian besar warga Tapung Hulu bermata pencaharian pertanian terutama  disektor  perkebunan sawit. “Perkebunan sawit tidak akan bernilai kalau tidak didukung oleh akses jalan, oleh sebab itu jalan  merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
 
Oleh sebab itu, rencana pemerintah Kabupaten Kampar untuk mencetak lahan sawah seluas 250 ha di Danau Lancang juga harus didukung oleh akses jalan yang refresentatif. “Sawah itu juga  tidak akan bernilai kalau tidak didukung sarana jalan,” ujar Jasnita yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Kampar.
Diakui Jasnita bahwa dalam Musrenbangcam di Tapung Hulu, memang disepakati pembangunan jalan menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan sektor lain. “Sektor lain juga  penting, seperti pendidikan, kesehatan, listrik dan sebagainya,” akuinya.
Salah satu ruas  jalan yang paling prioritas saat ini adalah  ruas Jalan Sukaramai-Danau Lancang. Panjang ruas  jalan tersebut 55 KM. 20 KM diantaranya  jalan Provinsi Riau dan 35 KM diantaranya jalan Kabupaten.
 
Jasnita berharap  perbaikan ruas jalan  ini bisa dimasukkan dalam anggaran  tahun 2013. Baik di APBD Kabupaten  Kampar maupun Provinsi Riau. “Ruas jalan  tersebut sebahagian merupakan jalan Kabupaten dan sebahagian  lagi  merupakan jalan Provinsi, makanya kita berharap pembangunan dan perbaikan jalan ini masuk di kedua APBD, (APBD Kampar dan APBD Riau,” ujarnya.
 
Ia mengaku  tidak sepakat ketika muncul ide agar  status jalan Provinsi  diturunkan menjadi jalan  Kabupaten dengan ;pertimbangan untuk memudahkan masuk dalam APBD Kampar. “Biar sebahagian jalan itu (ruas Sukaramai-Danau Lancang, red) menjadi jalan Provinsi sehingga bisa dibangun dengan dana Provinsi, akan menjadi tugas kita bersama  memperjuangkan di APBD Provinsi, kalau  status jalan diturunkan itu artinya kita mundur,” ujarnya.
 
Jasnita  merasa sudah saatnya, Tapung  Raya untuk mendapatkan porsi APBD  yang lebih besar baik di APBD Kabupaten maupun di APBD Provinsi, mengingat Tapung merupakan wilayah penyumbang DBH  terbesar. “Tapung penghasil migas  terbesar di Riau, sudah saatnya  Tapung mendapat porsi yang lebih besar,” ujarnya (*)
You are here:   HomeBerita Infrastruktur Jalan Prioritaskan Tapung Hulu