Tanggal 06 February 2012 Ditulis oleh: Martunus Rahmat/ PWI Perwakilan Kampar
Print

BANGKINANG- Jika tidak ingin bankrut, usaha pandai besi harus mendapatkan suntikan modal. Untuk itu, pandai besi harus memiliki koperasi sebagai salah satu wadah untuk mendapatkan modal atau bantuan dari pemerintah.

“Disegi pelatihan, kita sudah melakukan pembinaan kepada pekerja pandai besi di kecamatan Rumbio Jaya. Namun untuk bantuan modal, kita sudah usulkan ke Memperindag. Namun begitu tim turun, mereka menyarankan agar pandai besi membuat koperasi. Karena untuk mendapatkan bantuan pemerintah, harus ada berupa badan hokum, seperti koperasi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kampar melalui Kasubdin Perindustrian Marjoko, kepada www.kamparkab.go.id senin (6/2) di Bangkinang.

            Lebih lanjut, Marjoko menjelaskan saat ini terdapat 52 kelompok pandai besi di kecamatan Rumbio Jaya. Namun belum satu pun yang memiliki badan hokum, seperti koperasi. Sehingga uaha pandai besi sulit berkembang dan berjalan seadanya. Padahal pemasaran usaha pandai besi Rumbio Jaya disamping dijual di Bangkinang dan pasar tradisional lainnya, juga sampai ke Taluk Kuantan dan Dumai.

            “Produk pandai besi yang berasal dari Rumbio Jaya seperti, parang, pisau, penyadap karet, linggis, pendodos dan sebagainya, selama ini sulit berkembang dan hanya dijual pada pasar-pasar tradisional. Padahal, produknya bisa saja lebih bagus, jika bahan bakunya lebih berkualitas,” terang Marjoko.

            Karena itu, marjoko menyarankan agar usaha pandai besi di Rumbio Jaya membuat koperasi agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. “Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, agar mengadakan sosialisasi. Jika mereka mau, kita akan bantu mengurus koperasinya. Memang ini semua terpulang kepada mereka, jika mereka tidak mau, tentu kita tidak bisa memaksakan,” pungkas Marjoko. (*)

Baca Juga:

You are here:   HomeBeritaUsaha Pandai Besi Perlu Suntikan Modal