KAMPAR, - Beras adalah makanan pokok umumnya masyarakat Indonesia, vnamun dalam memenuhi kebutuhan pokok ini sering menimbulkan persoalan mendasar karena harga sembako acap kali melambung sehingga menyulitkan masyarakat untuk mendapatkannya tersebab kondisi ekonomi berada pada level menengah ke bawah, oleh karena itu pemerintah mulai menggalakkan makanan non beras yang mengenyangkan sebagai pengganti beras.
"Makanan pengganti beras yang memenuhi standar kesehatan terhadap kandungan gizi, protein hewani dan nabati perlu diciptakan dan dimasyarakatkan sehingga tidak terjadi kerawanan pangan ketika harga beras melambung atau tidak terjangkau oleh masyarakat untuk membelinya", demikian disampaikan Eva Yuliana, Ketua TP PKK Kampar meninjau acara lomba memasak non beras di Kecamatan Salo dan Kecamatan Kampar bersempena perayaan HUT Kabupaten Kampar ke-62.
Melalui Tim Penggerak PKK, pemerintah Indonesia menggalakkan pola makan non beras yang murah meriah tetapi memiliki kandungan gizi dan prtein hewani dan nabati, karena saat ini harga beras meresahkan masyarakat karena harganya mahal, seperti ubi jalar, singkong, terigu, jagung dan makanan lainnya yang divariasikan dalam penyajian menu masakan sehingga menjadi makanan yang lezat, maka perlu kreativitas masyarakat, itulah yang menjadi tujuan dilaksanakannya lomba makanan non beras.
Sejauh ini lanjut Eva, baru 4 kecamatan yang mengadakan lomba masakan non beras yakni Kecamatan Siakhulu, Kecamatan Kampar Timur, Kecamatan Salo dan Kecamatan Kampar, "Saya berharap masyarakat di kecamatan lain dapat mengikuti dan memasyarakatan makanan non beras", pintanya.
Disisi lain, Eva Yuliana juga menghadiri acara pelatihan tata boga yang ditaja oleh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Mutiara Kampar, Kampung Sawah Air Tiris, Kabupaten Kampar mengadakan pelatihan tata boga untuk warga PKBM se kabupaten Kampar diikuti dari 21 kecamatan yang sengaja mengundang instruktur dari Bogor, IIs Ace bekerjasama dengan Forum Komuniaksi PKBM Kabupaten Kampar
Materi Tata Boga dalam pelatihan itu adalah makanan yang murah meriah, cepat laku serta enak rasanya seperti Shiffon, bolu gulung,= cup cake vanilla, serta kue sagu dengan harapan dapat menambah ilmu, pengalaman, wawasan, ketrampilan peserta dan mengembangkannya dalam usaha wirausaha seperti usaha home industri untuk membuka peluang kerja dan menambah pendapatan keluarga.
Dikesempatan itu Eva menyampaikan, bahwa tugas dan tanggungjawab pihak PKBM sungguh mulia karena turut serta memberikan pencerdasankepada anak-anak usia sekolah yang putus sekolah, dan memberikan keterampilan bagi masyarakat seperti ibu rumah tangga atau masyarakat kurang mampu yang ingin menambah pendapatan bagi keluarganya
Pembina PKBM Mutiara Kampar, Mukhtar mengatakan bahwa hampir semua kecamatan di Kabupaten Kampar telah memiliki PKBM yang saat ini aktif ada 26 yang induknya adalah SKB Bangkinang, "PKBM Mutiara telah menamatkan 200 orang Paket A, paket B 400 orang serta Paket C. juga Keaksaraan Fungsional (KF) dan ketrampilan lainnya", jelasnya. (netty)