Kampar, Riau 26/1 -Bupati Kampar H Jefry Noer bersama Dandim 0313 Wira Bima KPR, Letkol Inf Amarullah menyambut kedatangan 650 personil gabungan Pasukan Satgas Yonif 132 Bimas Sakti yang telah 15 bulan 10 hari menjalankan tugas di daerah perbatasan RI-Papuanugini di Markas Batalyon 132 Yonif 132 Bima Sakti Salo, Rabu malam (25/1) pukul 20.00 wib.
Penantian Bupati Kampar dalam penyambutan pasukan satgas ini sudah sejak Rabu sore pukul 15.00 wib, namun ternyata meleset dari waktu yang diperkirakan, sehingga tepat pada pukul 20.15 wib seluruh pasukan baru tiba di gerbang masuk Markas Batalyon 132 Yonif 132 Bima Sakti Salo.
Seluruh pasukan berbaris rapi berhenti sejenak di gerbang masuk disambut upacara penyambutan yang sudah menjadi tradisi dengan Tarian Pencak Silat dan tarian Persembahan disaksikan Bupati Kampar Jefry Noer, berdiri bersama Dandim 0313 Wira Bima KPR, Amarullah didampingi Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso, Ketua TP PKK Kampar, Ny Hj Eva Yuliana Jefry dan Ny Amarullah, Istri Wadanyon Mayor Inf Didi Effendi dan keluarga besar Yonif 132 serta ribuan masyarakat sekitar markas.
Secara bergantian, pejabat yang hadir memberikan Tepung Setawar, menaburkan bunga dan mengalungkan karangan bunga kepada komandan pasukan Wadanyon 132 BS, Mayor Inf Didi Effendi dimulai dari Bupati Kampar Jefry Noer, diteruskan Dandim 0313 WB KPR, Amarullah, sesepuh TNI AD, Kapolres Kampar, Trio Santoso.
Usai upacara penyambutan itu Bupati Kampar, Dandim KPR bersama rombongan menuju ke lapangan upacara diikuti seluruh pasukan berbaris rapi untuk mendengarkan sambuatan Bupati Kampar dan Komandan Batalyon. Sebelum menuju lapangan upacara, Wadanyon lebih dulu melepas rindu terhadap istrinya, pelukan erat dan ciuman mesra spontan saja terjadi di depan di teras Batalyon karena rindu yang tidak terbendung lagi, Ketua PKK Kampar, Eva Yuliana dan istri Dandim Ny Amarullah hanya tersenyum lebar melihat keduanya berpelukan.
Bupati Kampar Jefry Noer memberikan sambutan dihadapan ratusan pasukan, "Saya ucapkan selamat kepada seluruh pasukan satgas yang baru saja kembali ke kampung halaman, selamat bertemu dengan keluarga, selamat bergabung dengan saya", ucap Jefry yang juga mengenakan baju loreng PDL kesatuan TNI AD itu.
"Sekian bulan bertugas demi bangsa dan negara di wilayah perbatasan RI-Papuanugini, mungkin tidak tahu lagi perkembangan di kampung halaman, kalau Kampar telah kembali kepangkuan Jefry Noer sebagai Bupati Kampar yang baru, jika Batalyon memerlukan bantuan Insya Allah pemdakab Kampar dapat membantu", ucap Jefry Noer disambut tepuk tangan riuh dari seluruh pasukan yang berbaris rapi di tengah-tengah lapangan Batalyon.
Jefry Noer menyapaikan, "Saya tidak akan berlama-lama memberikan sambutan, karena saya tahu ibu-ibu sudah sangat rindu begitu juga dengan bapak-bapak karena 15 bulan 10 hari terpisahkan dari keluarga demi menjalankan tugas bangsa dan negara", ujar Jefry kembali disambut tepuk tangan.
Komandan Batalyon yang tidak bisa hadir dalam upacara penyambutan itu karena ada tugas penting, mewakilkan sambutannya kepada Wadanyon, Mayor Inf Didi Efendi, menyampaikan ucapan terima kasih, "Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Korem, Bupati Kampar, Dandim telah menyambut kedatangan pasukan satgas, penyambutan ini luar biasa kepada kami, seluruh pasukan merasa sangat terhormat dan merasa bangga", ujar Danyon.
Selama pelaksanaan operasi pengamanan wilayah perbatasan dan tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan, walaupun jauh dari keluarga selama 15 bulan 10 hari tinggal di Home Base Korum, namun demi tugas bangsa dan negara tidak menyurutkan tekad prajurit Bima Sakti untuk berbuat yang terbaik, "Rasa bangga kami karena ibu dan anak-anak selalu mendukung suami yangs edang menjalankan tugas di daerah operasi", katanya
Dandim 0313 WB KPR, Amarullah menyampaikan rasa bangganya kepada prajurit yang telah menjalankan tugas dengan baik, sukses dan kembali pulang dengan selamat sehat jasmani dan rohani, "Semua itu berkat dukungan dari keluarga dan doa kita bersama", demikian ucapnya.
Wadanyon, Didi Effendi menjelaskan bahwa seluruh personil yang ditugaskan ke daerah perbatasan itu berangkat dari Kampar pada 15 Oktober 2010 dan semuanya berjumlah 650 orang yang merupakan gabungan dari pasukan Makodam, Batalyon Jajaran rikip 7, Batalyon 131, Batalyon 132, Batalyon 134 dan satu orang dari lintas Kodam 3 Siliwangi.