Tanggal 02 January 2012 Ditulis oleh: Netty Mindrayani/ PWI Perwakilan Kampar
Print

Kampar, --Manager PLTA Koto Panjang Kampar Syaminan Siregar menghimbau masyarakat tetap mewaspadai kondisi dan potensi banjir saat ini karena diperkirakan hujan hingga Februari.

 ‘’Kami menghimbau masyarakat tetap mewaspadai kondisi dan potensi banjir saat ini ‘’ujar Manager PLTA Koto Panjang Kampar Syaminan Siregar idampingi  SPV Operasi Ramsi dan SPV ADM &SDM sekaligus Humas PLTA Koto Panjang Darmasyah saat dikonfirmasi di waduk PLTA Koto Panjang, Senin.

Syaminan menjelaskan, akibat hujan tidak turuun selama 4 hari ini, elevasi air waduk berkurang pada posisi 83,41 M dari 85 maksimal kemampuan waduk, sehingga PLTA menutup lima pintu air di waduk tersebut, penutupan dilaksanakan 1/1 2012 .

Saat hujan turuun terus menerus beberapa waktu yang lalu elevasi air meleihi ambang batas kemampuan waduk mencapai 84 lebih.

Puncak musim hujan dari informasi yang diterima, terjadi pada bulan februari mendatng, di daerah pangkalan di Sumatra Barat yang  akan mempengaruhi kepada kondisi waduk, sehingga dari sekarang masyarakat diminta mengantisipasi  terutama bagi petani kerambah disepajang sungai.

Saat ini kondisi air diwaduk PLTA sudah mulai normal  hanya saja dengan cuaca yang ekstrim saat ini kita tetap meminta masyarakat waspada ‘’ujarnya.

Pihak PLTA saat ini melakukan pemantauan setiap saat kondisi air, karena bisa saja cerah di Kampar namun hulu di Sumatra barat hujan juga memberikan pengaruh pada waduk.

Sempat beredar informasi sebelumnya banjir yang terjadi karena PLTA, menjawaab itu Syaamsinan mengatakan ‘ PLTA bukan penyebab banjir, tetapi mengendalikan air yang ada disepanjang waduk sehingga tidak membahayakan karena PLTA berfungsi sebagai pihak yang melaksanakan sistim watermanajemen, ujarnya

PLTA harus memperhatikan kondisi dihulu dan dihilir waduk. Waduk PLTA sendiri mendapat  pasokan air dari beberpaa anak sungai yaitu Pialan, sungai kapur nan Gadang, Sungai Takus, Sungai Batang Mahat, sungai Gulamo. Namun menjelang ke waduk masih ada 17 anak sungai Kampar lain yang juga kondisinya menguap dan membuat pasokan air kedalam waduk sangat besar.

"Kalau pintu waduk tidak dibuka maka akan menyebabkan kawasan hulu dan pemukiman dissekitarnya menjadi terendam maka pintu air dibuk guna menjaga situasi dihulu dan dihilir sama sama baik ‘’ujarnya.

Namun sebelum pembukaan pintu air pihaknya sudah melaksanaklan tindakan antisipasi dengan mengirimkan surat kepada aparatur pemerintah dan bahkan langsung ke masyarakat desa.

Munculnya kondisi itu disebabkan rusaknya kawasan tangkapan air (catcmean area) waduk PLTA sendiri, ketika hujan turun air tidak bisa diserap oleh hutan akibatnya anak sungai meluap dan kondisi sebaliknya apabila kemarau, hutan juga tidak mampu menyimpan air sehingga waduk kekurangan air yang menyebabkan turbin tidak berfunsgi dan kekurangan energy.

‘’kami hanya bisa melakukan antisipasi dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat bahwa kondisi waduk agar masyarakat bisa bersiap-siap ‘’jelasnya lagi.

Baca Juga:

You are here:   HomeBeritaPLTA