Lembaran Negara Tahun Disahkan
UU 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PERPU 2002   2004 2005 2006 2007 2008 2009      
PP 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PERPRES     2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
KEPPRES 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
INPRES 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012
PUU Ratifikasi       2005 2006 2007 2008 2009 2010    
Pelayanan Tim LPSE Kabupaten Kampar

Bagaimana Pelayanan yang diberikan Tim LPSE Kabupaten Kampar kepada Panitia Pengadaan maupun kepada Rekanan?

1
22
Jelek
(0)
2
22
Baik Sekali
(0)
3
16
Biasa Saja
(0)
4
15
Tidak Tahu
(0)
5
13
Baik
(0)
Add a new response!
5 Votes left

Tanggal 18 Juni 2013 Ditulis oleh: Humas Kampar
Print
Bangkinang (kamparkab.go.id) - Bisa jadi ini kali pertama kepala daerah di Riau, yang walk out sepanjang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan Bank Riau Kepri digelar. Bupati Kampar, Jefry Noer, buru-buru meninggalkan RUPS Bank Riau Kepri di Grand Hyatt Hotal Sabtu malam (15/6) itu, lantaran ada kesan ‘pemaksaan’ kepada para pemegang saham untuk memilih salah satu calon Direktur Kepatuhan.
 
Ada dua calon Direktur Kepatuhan yang disodorkan malam itu. Eka Afriadi yang sehari-hari sebagai Pimpinan Divisi Kepatuhan Bank Riau Kepri dan Franz Danil yang Pimpinan Divisi Manajemen Resiko Bank Riau Kepri itu.
 
“Apa urgensinya sampai-sampai harus malam ini juga dua calon itu dipilih? Kenapa kami tak dikasi kesempatan untuk mengetahui track record mereka? Kenapa mereka ndak ditampilkan untuk membikin paparan? Saya tak mau membeli kucing dalam karunglah! Tunda dulu pemilihan yang dua ini!” suara Bupati Kampar, Jefry Noer, meninggi.
 
Tanggal 18 Juni 2013 Ditulis oleh: Humas Kampar
Print

 

 

 

 

Bangkinang(kamparkab.go.id) - Seluruh dunia usaha dan dunia industri serta seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Kampar  diminta untuk wajib peduli lingkungan dan sekaligus wajib melestarikan lingkungan.
Khusus untuk kalangan dunia usaha dan dunia industri (Dudi) yang beroperasi diwilayah Kabupaten Kampar yang sudah terindikasi mencemarkan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kampar sehingga ikan-ikan yang hidup di sungai-sungai tersebut banyak yang mati dan bahkan ada indikasi terjadinya kepunahan berbagai jenis ikan, hendaknya menyadari bahwa hal itu sebuah kesalahan yang harus segera dihentikan.
Untuk itu diharapkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar dan seluruh instansi terkait agar melakukan kegiatan cek ulang terhadap Amdal dan perizinan yang berkaitan dengan lingkungan yang telah diberikan kepada dunia usaha dan dunia industri yang beroperasi diwilayah Kabupaten Kampar.
Pernyataan keprihatinan atas indikasi tercemarn
 
Tanggal 18 Juni 2013 Ditulis oleh: yani
Print

XIII KOTO KAMPAR(kamparkab.go.id)-Bertempat di Rumah Soko Persukuan Domo Kenegarian Pulau Gadang, di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (16/6/2013), Pucuk Persukuan Domo Kenegarian Pulau Gadang di nobatkan. Penobatan Agus Salim bin Ja'a  sebagai Pucuk Suku Domo Kenegarian Pulau Gadang dengan gelar Datuk Paduko Simarajo ditandai dengan penyerahan sekaligus pemasangan detau dan tongkat kebesaran beserta keris oleh Datuk Paduko Simarajo sebelumnya Nurman bin Rajab disaksikan oleh dunsanak keempat suku dan Pucuk Adat Kenegarian Pulau Gadang Sawir SP, MSi Datuk Tandiko.

Dari pantauan wartawan, prosesi serah terima jabatan pucuk  persukuan domo Kenegarian Pulau Gadang di hadiri Kepala Desa Pulau Gadang Sofyan Evendi, Kepala Desa Koto Masjid Chaidir, Ketua BPD Desa Pulau Gadang dan Koto Masjid serta perangkat desa, ninik mamak dari keempat suku, baik suku domo, pitopang, melayu maupun piliang. Acara ini juga dihadiri ratusan masyarakat dan anak kemenakan.

Rangkaian serah terima jabatan pucuk persukuan domo berlangsung haru. Isak tangis mewarnai serah terima pucuk suku domo Kenegarian Pulau Gadang. Antara Datuk persukuan domo yang lama Nurman dan Datuk Persukuan Domo yang baru Agus Salim terlihat saling berangkulan dan menangis haru. Begitu juga saat anak kemenakan bersalaman dengan kedua orang datuk menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan selamat menunaikan tugas.

Selain menobatkan pucuk persukuan domo, pada kesempatan itu juga dilaksanakan penobatan perangkat persukuan domo yakni Djamaris dengan gelar Malin Marajo, Kamar Wahid SH Datuk Sati, Abdul Razak Majo Kampau dan Sahid Majo Endah.


Penobatan perangkat persukuan domo ini ditandai dengan pemasangan soluok pamangku soko adat oleh pucuk suku domo Agus Salim Datuk Paduko Simarajo disaksikan dunsanak keempat suku dan Pucuk Adat Kenegarian Pulau Gadang Datuk Tandiko kepada perangkat adat persukukuan domo.

H Sawir SP, MSi dalam pidato adatnya menyampaikan, adat itu merupakan suatu peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku bagi masyarakat minang yang dibuat dan disusun sedemikian rupa oleh nenek moyang orang minang pada zaman kala dengan maksud dan tujuan untuk mencapai kehidupan yang bahagia sejahtera didunia dan akhirat, lahir dan batin.

Pada kesempatan itu H Sawir Datuk Tandiko juga menyampaikan beberapa hal pelanggaran adat yang menyebabkan berhentinya ninik mamak, penghulu dan pem

 

Page 1 of 2

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
You are here:   Home